74 views

H. Eka Supria Atmaja, SH Resmi Menjadi Bupati Bekasi Sisa Periode 2017-2022

9 / 100 Skor SEO

Bandung, Jawa Barat – H. Eka Supria Atmaja, SH Akhirnya resmi menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bekasi, setelah resmi dilantik Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32/1192/2019 tentang penetapan dan pengesahan Bupati Bekasi sisa jabatan 2017-2022 yang dilaksanakan di Aula Gedung Sate, Jalan Dipenogoro Kota Bandung pada Rabu (12/6/19)

Usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Kepada Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Guberbur jawa barat mengingatkan bahwa pengangkatannya menjadi bupati ” sudah menjadi suratan takdir bukan semata rezeki melainkan ujian.” Untuk itu benteng integritas harus kokoh dan tidak mudah tergoda mengingat industri yang ada di Bekasi, merupakan yang terbesar di indonesia.

Sebagai tokoh masyarakat
“Tentunya akan banyak mengalami godaan, semua harus diniatkan karena Ibadah agar selamat dunia akhirat, tidak semua bisa menjadi seperti ini, untuk itu mau jadi apapun tetap diniatkan karena ibadah” ucapnya

Ridwan Kamil menyampaikan pesan kepada Bupati baru saat paska pelantikan Bupati kepada sejumlah Awak Media
bahwa kekuasaan itu adalah ujian bukan rezeki, kenapa ujian ? karena semua harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya dalam catatan kita lulus dalam ujian tersebut.

“Saya ingatkan ada tiga hal syarat lulus ujian, yang pertama adalah jaga benteng integritas, jangan sampai kejadian lagi, karena di bekasi ini proyeknya banyak dan pastinya akan banyak pula godaannya dari pihak ketiga. Kedua adalah melayani, ASN itu tugasnya melayani bukan dilayani. Saya banyak mendapat keluhan terkait rusaknya jalan di Babelan, dan beberapa jalan lain yang ada di Bekasi , serta meningkatnya angka pengangguran ini merupakan menjadi atensi Bupati yang baru untuk siap semangat melayani masyarakat, Ketiga adalah tingkatkan profesionalisme mengingat di Bekasi ini tempat berkumpulnya panggung industri”

Terakhir, lanjut Ridwan Kamil kepada awak media mengakui adanya letupan-letupan mengenai siapa yang akan mengisi posisi wakil Bupati Bekasi.
“Masalah wakil Bupati silahkan di musyawarahkan, jangan bertengkar. Ikuti sila ke-4 musyawarah mufakat dalam memutuskan masalah-masalah politik dan lainnya, kalau itu bisa dijalankan saya meyakini kabupaten Bekasi akan bangkit dan menjadi salah satu Kabupaten yang terbaik”sambungnya.

Terpisah, H Siti Qomariyah Kepala Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya
yang namanya digadang-gadang masuk bursa calon wakil bupati terlihat hadir dalam prosesi pelantikan bupati Bekasi di gedung sate Kota Bandung.

Ketika disinggung terkait pencalonannya dalam bursa wakil bupati yang mulai ramai diperbincangkan Masyarakat, dengan raut wajah terkejut, Kepala Desa yang akrab disapa Lurah Kokom mengatakan bahwa masuknya nama Siti Qomariyah dalam bursa calon wakil Bupati dan terakhir adanya nama Siti Qomariyah dalam polling calon wakil Bupati itu diluar sepengetahuannya

“Itu diluar sepengetahuan saya, saya baru mengetahui adanya calon wakil bupati asal Kecamatan Tarumajaya justru awalnya datang dari media dan beberapa tokoh masyarakat yang menghubunginya” katanya menjelaskan.

Namun demikian dirinya tidak menampik untuk maju menjadi wakil bupati bila dinilai layak dan masyarakat juga mendukungnya.
“Saya tidak mau mendahului takdir, barusan gubernur juga mengatakan bahwa kekuasaan itu bukan rezeki melainkan ujian. Dan ujian kedepan untuk membangun Kabupaten Bekasi yang bersih tentunya terlahir dari niat untuk ibadah dalam melayani masyarakat.

“Jadi saya merasa bersyukur dan berterimakasih dengan kepercayaan dari masyarakat yang memasukan nama saya dalam kandidat calon wakil bupati dan dalam polling yang saya terima tentang nama-nama yang masuk bursa, presentasi dari pemilih Siti Qomariyah juga cukup tinggi.” Tandasnya.

Sebelumnya diketahui dilantiknya Eka Supria Atmaja sebagai Plt Bupati Bekasi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 18/10/2019 lalu berkaitan dengan penangkapan Neneng Hasanah Yasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap perijinan proyek Meikarta.

Reporter Lukman, Are | Red-wbn Hs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *