Komisi l DPR RI dan Kemkominfo RI Kuatkan Budaya Tradisional di tengah-tengah masuknya budaya asing

Seminar dan pagelaran kesenian tradisional yang di fasilitasi kegiatannya DPR RI Komisi l dengan merangkul mitra kerjanya Kementerian Komonikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI sasaran kegiatan mencegah dan menangkal berita hoax mulai literasi media, selain itu menjaga kesenian tradisional keberadaannya tetap eksis di tengah masyarakat setempat. Banyaknya kesenian tradisional mulai ujung barat Indonesia sampai ujung timur NKRI merupakan kekayaan negara yang tidak bisa di pandang remeh karena negera-negara yang ada di dunia ini hanya Indonesia yang mempunyai banyak kesenian budaya suku bahasa dan adat istiadat namun tetap dalam satu kesatuan yaitu NKRI.

Anggota DPR RI Komisi l Mohammad Syaiful Bahri Anshori, MP. Menyampaikan kegiatan yang dilakukan di kabupaten Lumajang berupa seminar dan kabupaten Jember berupa pagelaran wayang kulit.

Gun gun Siswadi dari Kemkominfo RI

Maksud agenda yang di laksanakan ini agar masyarakat lebih cerdas dalam menerima informasi yang mudah di dapat dari handphone android yang tersambung dengan jaringan internet dari informasi yang menyesatkan penerima informasi.

Kesenian tradisional agar tidak punah peran pemerintah dan pihak yang punya tanggung jawab serta masyarakat yang peduli harus menjaga dengan memupuk kader baru dan mengeksiskan setiap ivent untuk tampil.

“Orang semakin pintar tidak mudah menerima berita hoax dan orang semakin malas membaca semakin mudah merima berita hoax. Yang kedua Indonesia banyak budaya harus dipertunjukkan terus agar di apresiasi oleh masyarakat sehingga bisa berkembang”, ucap Syaiful Bahri Anshori, Minggu (28/07).

DPR RI dari fraksi PKB, acara bulan Juli ini merangkul kesenian tradisional wayang kulit yang ditempatkan di dusun Jatisari desa Wonorejo kecamatan Kencong kabupaten Jember tapi sebelumnya telah menampilkan pagelaran reog, ludruk, al-Banjari, al-jiduri dan lainya menggugah masyarakat agar sadar mereka harus punya rasa tanggung jawab kepedulian menjaga ke eksistensinya dari banyaknya budaya modern yang masuk ke negara ini.

Di tegaskan Syaiful Bahri Anshori ada beberapa harapan yang harus di capai dari sisi budaya rasional yang terus capai salah satunya di kenalkannya budaya tradisional supaya generasi penerus bangsa mengetahui paham dan menjaga kelestarian seni dan budaya di masanya dari generasi ke generasi.

Masih disampaikan Syaiful Bahri Anshori kegiatan yang sama akan di gelar kembali sebanyak dua kali sampai akhir tahun 2019 sebagai apresiasi dari Kementerian Komonikasi dan Informatika atas DPR RI yang terpilih kembali periode 2019-2024.

Pihaknya akan terus memberikan pencerahan kepada masyarakat di daerah yang di tempati program kegiatan bersama Kementerian untuk menekan pelanggaran hukum berita hoax dan juga menjaga kelestarian budaya tradisional di tengah-tengah masyarakat.

Hal yang sama di sampaikan Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Media Komonikasi dan Media Massa Gun gun Siswadi perlunya sinergi pemerintah pelaku seni dan budaya agar terus budaya tradisional tidak sampai jadi cerita saja maka harus di fasilitasi pementasannya dengan cara itu telah merawat budaya tradisional.

“Pagelaran wayang itu mengapresiasikan masyarakat dan memelihara budaya tradisional jika tidak ada fasilitas siapa lagi yang akan peduli kalau bukan kita yang memulai” kata Gun gun Siswadi.

Kominfo RI salah satu fungsinya menyebarkan informasi maka seni budaya ini pihaknya menjadikan sebagai sarana.

Penulis Efendi. | Red-Wbn Hs.