MPR RI Sosialisasi 4 Pilar dan Terima Usulan Pelajaran Pendidikan Moral di Berlakukan Kembali

Lumajang, Jawa Timur -Bermunculan usulan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dari berbagai elemen masyarakat yang di sampaikan lewat forum sosialisasi MPR RI tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika (4 Pilar) serta kegiatan resap aspirasi masyarakat kepada DPR RI MPR RI terus mewarnai setiap pertemuan yang digelar seperti di wilayah daerah pemilihan Jawa Timur IV meliputi kabupaten Lumajang dan kabupaten Jember. Supaya pemerintah yang berwenang menentukan kebijakan pendidikan kembali memberikan anjuran materi pelajaran tersebut pada anak didik untuk mengantarkan mereka sebagai bekal hidup di lingkungan pendidikan di tengah masyarakat bangsa dan negara, selain itu mempersiapkan kader yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa punya rasa nasionalisme dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 mewarnai aktivitasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar yang mengundang 150 peserta Sekjen MPR RI dari fraksi Demokrat Drs. Ayub Khan, M,si mengakatan keinginan masyarakat mengembalikan pelajaran PMP bisa di berikan lagi kepada anak didik sejauh ini telah disampaikan sebelumnya ke MPR RI, bila mana usulan itu baik akan di realisasikan namun harus lolos di lembaga tim pengkajian usulan secara ilmiah.

“Iya setiap kita melakukan sosialisasi 4 Pilar banyak pertanyaan masyarakat memang pendidikan moral Pancasila harus di hidupkan kembali, kita sepakat dan kita sampaikan setiap rapat di MPR”, kata Ayub Khan di temui usai menggelar sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di pendopo kantor desa Labruk Kidul kecamatan Sumbersuko kabupaten Lumajang Jawa Timur. Selasa (30/07).

Ayub Khan di hadapan undangan seminar yang melibatkan pendidikan, tokoh masyarakat dan unsur pengawai desa serta kecamatan, juga menyinggung soal Ospek atau MOS di harapkan dilakukan perobahan dengan memberikan materi pendidikan Pancasila bukan lagi membaut calon Mahasiswa atau murid baru mendapatkan perlakuan yang dapat menyebabkan pelanggan hukum oleh seniornya.

“Atau saling dendam dulu atau saling mengerjai ke generasi berikutnya, justru kita inginnya seperti pengantaran penanaman nilai-nilai Pancasila termasuk ke Bhinnekaan termasuk mengelal para pahlawan termasuk butir-butir Pancasila”, saran Ayub Khan.

Walaun belum di berlakukan kembali materi pelajaran PMP Ayub Khan minta agar di amalkan atau mewarnai kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan dan di masyarakat selain itu pengenalan tokoh pejuang sebagai inspirasi menanamkan jiwa patriotisme.

Penulis Efendi. | Red-Wbn Hs.