18 views

Lima wilayah se Indonesia di Nilai BNPB Ketangguhan Karena Kerentanan Bencananya

6 / 100 Skor SEO

Lumajang Jawa Timur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempersiapkan diri penilaian Kabupaten/Kota Tangguh Bencana dengan menggelar rapat melibatkan 55 orang undangan dari berbagai instansi Pemerintah Swasta dan Komonitas untuk menindaklanjuti surat yang disampaikan BNPB pada tanggal 09 Mei 2019 No. B-106/BNPB/D1/PK.01.01/05/2019 Perihal kegiatan penilaian ketangguhan kabupaten/kota tahun 2019.

BNPB melakukan penilaian kabupaten/kota tangguh se Indonesia terpilih lima yaitu daerah kota Sukabumi, Jawa Barat. Kota Ambon, Maluku. Kota Kediri, Jawa Timur. Kabupaten Lumajang Jawa Timur, kabupaten Lonawe, Sulawesi Tenggara. Penujukan penilaian tersebut berdasarkan penunjukan sesuai indeks resiko bencana (=) sama dengan Hazard (bahaya) (x) vulneratibility (kerentanan), dengan level kapasitas tingkat ketahanan daerah < 0,3 kapasitas level rendah, 0,3 -0,6 kapasitas level sedang, > 0,6 kapasitas level tinggi. Dalam hal ini kapasitas kerentanan bencana di kabupaten Lumajang mencapai 0,827 pada level tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Mohammad Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan dihadapan undangan yang bertempat ruang rapat Narariya Kirana kantor bupati, direncanakan jadwal penilaian oleh BNPB di bulan Agustus maka sebelum dilakukan BPBD melakukan rapat melibatkan 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekertaris Dewan instansi lain relawan dan media dengan total undangan 55 orang, dimana indikator penilaian sekitar ada 70 dari pertanyaan sekitar 200 yang harus jawaban disertakan dukumen oleh masing-masing instansi yang di tanyakan.

“Jangan sampai menjawab iya sementara dukumennya tidak ada”, pinta kata Wawan Hadi Siswoyo untuk mempersiapkan itu semua harus ada sinergi semua yang terlibat.

Kegiatan yang di lakukan BNPB untuk mempermudah penanganan bencana pra bencana atau paska bencana dengan data yang tepat kepada sasaran, pihanya tidak berharap kejadian penanganan bencana banjir seperti di kecamatan Rowokangkung kembali terjadi karena data jumlah penduduk yang tidak sesuai dengan yang di sampaikan ke BPBD sehingga stok bantuan mengalami kekurangan.

Wawan Hadi Siswoyo juga menyinggung kesiapsiagaan bencana terus dilakukan peningkatan Sumbar Daya Manusia (SDM) dan pemasangan alat peringatan dini tsunami seperti desa-desa yang telah menjadi desa tangguh bencana seluruh pesisir pantai selatan kabupaten Lumajang. Paska di gelarnya Ekspedisi Destana Stunami 2019 Regional Jawa oleh BNPB hari Senin tanggal 15 Juli ada beberapa papan himbauan jalur evakuasi sudah terpasang.

Dalam kesempatan yang sama PJ. Sekertaris Agus Triyono mengakatan tebilang masih rendah partisipasinya dalam kebencanaan saat penandatanganan kesepakatan bersama mendukung Penilaian Kota Tanggap Bencana, di ruang Narariya Kirana Lantai III Kantor Bupati, Kamis (01/08).

Lebih jauh, Pj. Sekda menjelaskan, keikutsertaan warga masyarakat dalam berbagai kegiatan gladi bencana, terbukti sangat kurang. Ini sebagai indikasi, bahwa warga kurang memiliki kesadaran terhadap ancaman bencana.

Ketangguhan itu, kata Pj. Sekda melalui kebiasaan. Itu sebabnya, Ia meminta warga masyarakat aktif mengikuti gladi bencana yang dilaksanakan.

Secara geografis, wilayah Lumajang berpotensi terjadi bencana, khususnya banjir dan kekeringan. Menyadari potensi bencana tersebut, Pj. Sekda meminta OPD terkait membiasakan masyarakat melalui gladi bencana, agar menjadi sadar dan tanggap terhadap kemungkinan terjadi bencana.

Menurutnya, masyarakat di luar negeri, tingkat kesadaran terhadap tanggap bencana, cukup terlatih. Bahkan, secara pribadi, masyarakatnya rata-rata lebih siap menghadapi bencana.

Pj. Sekda mengajak warga masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan gladi dan penanggulangan bencana. Sebab, katanya, bencana bukan hanya tanggungjawab TNI, POLRI, maupun BPBD.

Sehubungan dengan itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama, antara 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), relawan, dan beberapa komunitas tanggap bencana, untuk mendukung Penilaian Kota Tangguh Bencana.

Penulis Efendi. | Red-Wbn Hs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *