46 views

DPR RI salurkan empat hewan kurban di Lumajang dan Jember

Hari raya Idul Adha 1440 H atau 2019 M DPD partai Golkar Lumajang Jawa Timur menyalurkan pembagian daging kurban dari hibah angggota DPR RI Komisi Xl Mohammad Nur Purnamasidi berupa se ekor sapi, bantuan tersebut juga dilakukan di rumah Aspirasi yang ada di lumajang satu ekor. Droping hewan korban dari DPR RI faksi Golkar itu tolalnya empat ekor sapi, dua untuk di Lumajang dan dua ekor lagi di kabupaten Jember di DPD partai Golkar dan rumah aspirasi. Hari raya kurban ini dapat di jadikan sebagai momentum memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kepeduli lingkungan yaitu tidak menggunakan bungkus daging dengan plastik.

Di katakan Fudoli Sandra sebagai staf angggota DPR RI Komisi Xl Mohammad Nur Purnamasidi, harga sapi yang di bantukan per ekor diatas Rp 20 juta sehingga total nominal yang di keluarkan sekitar Rp 90 juta. Hewan yang di salurkan dipastikan telah memenuhi syarat sahnya hewan kurban dan kesehatan hewan, pembagian daging korban diutamakan kepada kaum masakin dan dhuafa walaupun sebagian kecil untuk panitia yang membantu lancarnya pelaksanaan korban berlangsung dan pembagian kepada masyarakat yang berkah.

Pihaknya menyinggung gencarnya sosialisasi oleh pemerintah mengurangi penggunaan bungkus plastik maka momentum ini cukup tepat sebagai awal edukasi kepada masyarakat mengurangi penggunaan plastik itupun perlu di wujudkan walaupun belum maksimal, masyarakat diharapkan bisa mengetrapkan menggunakan kertas atau daun sebagai bungkus daging kurban yang di bagikan kepada yang berkah, namun perlunya pemerintah masif menyampaikan kepada masyarakat kertas yang aman bagi kesehatan dan jangan sampai masyakarat menggunakan kertas yang sudah bertinta seperti koran atau tabloid dan sejenisnya kalau merugikan kesehatan.

“Tapi permasalahannya kemudian sampai hari ini belum ada kertas, tapi masih jarang yang mengetahui tentang kertas-kertas untuk pembungkus itu”, kata Fudoli Sandra

Untuk mensukseskan gerakan pengurangan penggunaan plastik perlu pemerintah memberikan pemahaman secara masif kepada masyarakat dari berbagai sisi negatif dengan penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan, agar mereka disarankan memanfaatkan dari alam sekitarnya seperti daun atau anyaman bambu yang dibuat besek sebagai bungkus.

“Kita masih kecil banyak menggunakan daun nyatanya sekarang sudah berkurang”, kenang Fudoli Sandra.

Penulis Efendi. | Red-Wbn Hs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *