97 views

Miris Kerajaan Tallo Harus Jual Benda Pusakanya Untuk Bisa Bertahan Hidup di Festival Keraton Nusantara

Palopo,-Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tahun 2019 secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Nurdin Abdullah di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Senin, (09/09).

Ketua Panitia FKN XIII 2019, Bridjen TNI (Purn) Muslimin Akib dalam laporannya, mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang terlibat dalam FKN, FKIKN, dan terkhusus kepada Gubernur Sulsel, Wali Kota Palopo, serta para Bupati se-Tana Luwu yang telah mendukung panitia pelaksana sehingga rangkaian kegiatan FKN ke XIII ini dapat berjalan lancar.

FKN ke XIII tahun 2019 ini mengambil tema “Pelestarian Nilai Budaya Melalui Sinergitas Pemerintah dan Keraton Pula Meningkatkan Kualitas Industri Pariwisata dan Kearifan Lokal”.

Namun beda halnya dengan tamu undangan yang diundang untuk hadiri Festival Keraton Nusantara tersebut malah menjadi harus bersusah payah untuk bisa menghadiri kegiatan tersebut, sampai sampai bunda pusaka harus dijual untuk bisa bertahan hidup di Kegiatan itu seperti yang diungkap Ketua lembaga kerajaan adat Tallo Andi Iskandar Daeng Pasore di Halaman Pancasila Palopo,”kami datang kesini diundang oleh kerajaan Luwu dari tanggal 5, sesampainya disini kami disuruh bayar Rp.75.000 perhari tiap orang”,ungkap Andi Iskandar Daeng Pasore.

Ia juga menambahkan,” selain disuruh bayar Rp.75.000, kami juga disuruh bayar uang lampu dan air bahkan makan pun kami tanggung sendiri, dan untuk menutupi terpaksa kami jual murah pusaka kami untuk menanggung makan semua peserta yang ikut kesini, dan tempat tinggal kami berbeda beda, dalam sehari kami cuma makan sekali, bahkan cuma minum air mineral untuk mengganjal perut, karena kami tidak punya dana bantuan. Kami kesini dengan biaya swadaya kami sendiri dan bertujuan untuk membesarkan warisan adat budaya nusantara, serta kami membawa 140 orang rombongan dari kerajaan Tallo yang merasa diterlantarkan”,ujar Andi Iskandar Daeng Pasore dengan nada sedih.

Dikonfirmasi perwakilan Kerajaan Tallo Ketua Lembaga Adat Pa’sereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo Sulawasi Selatan Andi Iskandar Daeng Pasore pada Senin malam,(9/9/2019) yang akan berangkat kembali ke Makassar mengatakan,”betul kami sekarang tidak memiliki dana lagi, semua sudah habis selama kami mulai merancang untuk menghadiri FKN ini sampai saat ini. Kami selaku tamu undangan kami persiapkan secara swadaya, dan kami sekarang harus kembali menjual 2 buah badik kami untuk bisa makan dan kembali ke Makassar”,tutup Andi Iskandar Daeng Pasore.

Reporter Herman | RED.WBN NN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *