15 views

Perseteruan 3 pemilik lahan, Mattoanging Makassar Memanas

Kepemilikan Lahan Stadion, YOSS Melawan Pemprov, Pihak Ahli Waris Anggap Keduanya Sudah Buktikan Alas Hak Tak Bersadar

MAKASSAR- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Provinsi Sulawesi Selatan datang ke Stadion Mattoanging Makassar, Selasa (10/9/2019), untuk memasang plang. “Tanah Milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan sertifikat hak pakai Nomor 40 Tanggal 1 Oktober 1987”, bunyi dari tulisan plang tersebut.

Namun, insiden kecil terjadi di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, saat Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) melarang Satpol PP memasang papan bicara.

Andi Ilhamsyah meminta Pemprov Sulsel yang diwakili Satpol PP, menunjukkan putusan pengadilan terlebih dahulu yang menunjukkan bahwa stadion itu benar milik Pemprov Sulsel.

“Saya minta diperlihatkan kepada kami. Kalau tidak, mohon jangan dipasang dulu,” kata Andi Ilhamsyah saat berdebat dengan Kepala Satpol PP Sulsel.

Beda halnya Pihak Keluarga Ahli yang diwakili Ryan Latief disaat YOSS dan Pemprov terus beradu argumentasi, Ryan latief anggap bahwa keduanya telah membuktikan bahwa mereka berdua tidak ada hak di stadion Andi Matalatta,” ini sangat lucu dan aneh, dimana YOSS bersikeras dengan dasar hak kelolahnya sebagai Yayasan Olahraga dan Pemprov bersikeras dengan Hak Pakai, nach ini keduanya patut malu kepada kami sebagai pihak ahli waris”,ujar Ryan saat dikonfrimasi oleh awak media pada,(10/09/2019).

Ryan Latief juga menerangkan bahwa mereka tidak ada alas kepemilikan untuk semua saling klaim,”kok pada rebutan, inikan gambaran sangat aneh dan kami berhak untuk mengusir mereka diatas lahan kami selaku pihak ahli waris karena mereka berdua tidak jelas kepemilikan, Kami memegan Eigendum yang terbit 1912 dan telah terdaftar di Negara setelah Kemerdekaan Tahun 1981 dan surat Ukur Tanah sudah ada di Tangan Kami sejak 1981. Artinya mereka semua telah menyerobot Tanah Keluarga Mahdalena De Munnik, jadi yach kami tunggu siapa yang akan berkuasa antara YOSS dan Pemprov dan nanti akan kami lakukan langkah hukum atas yang merasa berhak, tetapi kami masih menghargai Pemprov untuk mediasi bersama kami, namun jika tidak terpaksa kami tempuh jalur hukum”,ucap Ryan Latief.

Reporter Herman. | Red-Wbn Hs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *