Ketua Panitia FKN XIII 2019, Harus Koreksi Terhadap Tamu Undangan

Palopo, Sulawasi Selatan -Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tahun 2019 Tana Luwu yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, bertempat di Lapangan Pancasila Kota Palopo dihadiri oleh raja dan sultan dari berbagai daerah.

Seiring jalannya acara pembukaan FKN XIII Tahun 2019 Tana Luwu di Lapangan Pancasila tersebut, muncul suara dan ucapan bernada kecewa. Suara bernada kecewa tersebut, ternyata bersumber dari rombongan Kerajaan Tallo Makassar.

Saat di konfirmasi dilokasi kegiatan, Nursyamsi Bali Karaeng Lembang Parang Karaeng Mattutu (Plt) Raja Tallo Makassar ke 19, mengaku kecewa, dan mengatakan rombongannya akan pulang lebih awal.

“ Kami kecewa, tidak ada sama sekali yang membantu kita, bahkan untuk makanan kami beli sendiri, hanya air yang diberikan kepada kami disini,’’ katanya

‘’ Koreksi besar bagi panitia, tolong kami di hargai, kami datang kesini berdasarkan undangan, jadi alangka baiknya jika undangan di perlakukan dengan baik, kami sebagai tamu dari kerajaan Tallo tidak dihargai, dan setelah kegiatan ini kami akan pulang, cukup sampai disini,’’ terang Karaeng Lembang Parang Karaeng Mattutu.

Selain Nursyamsi Bali Karaeng Lembang Parang Karaeng Mattutu (Plt) Raja Tallo Makassar ke 19, turut hadir pula perangkat kerajaan Tallo dalam kegiatan FKN XIII – 2019 Tana Luwu di Kota Palopo, yakni, Andi Muis Patta Serang selaku Dewan Adat Kerajaan Tallo Makassar, Andi Iskandar Esa Daeng Pasore Ketua Lembaga Adat Passe’reanta (Pemangku adat Kerajaan Tallo), Andi Ilham Z Karaengta Daeng Matutu ( Baliempoang Karaenga Ri Tallo), Tuju Gallarang, Gallarang Tujua Ri Tallo dan Tumbu Appakka Ri Tallo ( Dewan Adat).

(Kiri) Ryan Latief , (kanan) Ketua panitia FKN XIII, 2019.

Dikonfirmasi Brigjen.TNI Purn.M.Akib Ketua Panitia FKN XIII 2019 melalui telfon seluler Ryan Latief mengatakan,” kami mohon maaf atas semuanya karena dana yang ada hanya sebesar 5 Miliar dari bantuan semua pihak, dan memang kapasitasnya yang ditanggung hanya Raja dan para Sultan Serta permaisurinya, dan memang untuk dana sebesar Rp. 75.000 memang betul untuk biaya penginapan tamu karena pihak panitia tidak menyediakan fasilitas seperti penginapan dan makan kepada rombongan tamu, hanya kami siapkan untuk para Raja, Sultan beserta permaisurinya, serta undangan tamu”,ujar Ryan Latief lewat pembicaraan dengan ketua Panitia.

Menurut Ryan Latief secara pribadi mengatakan,” ini adalah bentuk kurang perhatian masalah anggaran dari pemerintah dan juga dari perusahaan perusahaan Nasional Maupun Internasional yang peduli dengan kegiatan kegiatan seperti ini, makanya terjadi seperti ini,” ujarnya Ryan kepada awak media pada selasa,(10/09/2019).

Namun hal tersebut membuat Ketua Lembaga Kerajaan Adat Tallo Andi Iskandar Esa Daeng. Pasore menyangkal hal tersebut,” namun dalam hal ini kami tidak diberitahu atas informasi itu masalah untuk akomodasi dan lain lain, ini membuktikan pantia tidak transparansi kepada tamu undangan”, ujar Daeng Pasore.

Reporter Herman. |Red-Wbn Hs.