Kebakaran di Gunung Semeru, Hari ke Empat Api Masih Berkobar

Jawa Timur – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan gunung Semeru pada hari ini Rabu 25 September menerjunkan personil gabungan dari berbagai unsur, pemadaman api oleh tim gabungan ini merupakan hari ke empat. Dengan lokasi kebakaran di wilayah lll resort Ranopane (TNBTS), titik kebakaran Blok Pusung Gendero, Ayek-ayek, Ungup-ungup dan Batu tulis Resort PTN Ranupani.


Jalannya pemadaman di hari ke empat di mulai pukul 07:00 WIB sampai berikannya ini di turunkan, personil yang terlibat dalam pemadaman kebakaran di gunung Semeru ini dengan kekuatan personal,
anggota RPTN Ranupani 3 orang, anggota RPTN Senduro 3 orang, anggota RPTN Gucialit 1 orang, anggota RPTN pasrujambe 2 orang, anggota koramil senduro 1 orang, anggota polsek senduro 1 orang, anggota Koramil Pasrujmbe 1orang, Linmas Pasrujambe 6 orang, Gabungan Porter Desa Duet dan Ranuoane 7 orang dan, Gimbal alas 11 orang. Peralatan yang digunakan, sepeda motor 9 unit, jet Shooter 5 unit, garu 2 buah, sabit 14 buah, parang 5 buah, HT 6 unit, Jenis kebakaran, vegetasi/bahan bakar antara lain, semak semak, krinyu, serasah dan rumput. genggeng, kemlandingan, pakis, akasia, cemara. Materi untuk memadamkan api yaitu memanfaatkan sumber air Ranu Kumbolo, jarak lokasi sumber air ke titik api sekitar 1 sampai dengan 4 km meter.


Laporan luas kebakaran yang disampaikan hari ini 60,4 ha dan masih proses, pemadaman kemungkinan terus bertambah.Titik kordinat – 8.05653, 112.918. – 8.05764, 112.91. – 8.02515, 112.915. – 8.02507496, 112°91667175.

Kondisi terakhir ada 4 titik api masih blm bisa dikendalikan yang tersebar dibeberapa blok tsb diatas, pengaruh angin yg sangat kencang, bertebing dan berbukit, sehingga menyulitkan petugas utk pemadaman, kondisi dipos Ranupane maupun Rakum sudah tidak ada aktifitas pendakian (steril). Blok Batu Tulis dan sekitarnya masih ada titik api dan upaya pemdaman sudah dilakukan.

Rencana selanjutnya tim gabungan pemberangkatan dari Ranupane menuju lokasi kebakaran sesuai potensi tersebut diatas tim tetap terbagi menjadi 3, tim pertama menuju dua titik api melewati jalur Ayek-ayek, tim kedua menuju titik api melewati jalur konvensional menuju ke Ungup-ungup dan Pusung Gendero, tim ketiga sudah berada di Ranupane melakukan pemdaman di Blok Batu Tulis dan sekitarnya.

Tehnik pemadaman dilakukan seperti sebelumnya dengan cara mendekati titik api yang bisa dijangkau, kemudian mematikan dengan jetshoter, gepyok atau ranting pohon dan membuat sekat pada medan datar agar tdk meluas, sedang pada medan tebing terjal dan sulit dijangkau dilakukan pemantauan arah angin, faktor keselamatan pemadam tetap kita tekankan pada masing-masing perorangan.

Penulis Efendi. | Red-wbn ndra.