136 views

Acara Jambore Tagana Mentri Sosial Kukuhkan Dua Bupati Jadi pembina

Jawa Timur – Kegiatan jambore nasional Taruna Tangguh Bencana (Tagana) di Jawa Timur yang berlangsung tanggal 25 sampai dengan 28 September 2019, berbagai macam kegiatan lomba yang akan di gelar selain adanya beberapa event penting lainnya yaitu pengukuhan pembina Tagana dan bakti sosial penanaman bibit pohon dengan berbagai macam jenis.

Dalam puncak pelaksanaan kegiatan Jambore dan Bakti sosial Tagana yang di gelar mulai tanggal 25-28 September di Jawa Timur yang dipusatkan di lautan pasir gunung Bromo kabupaten Probolinggo, Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita tanggal 28 September mengukuhkan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari sebagai pembina Tagana. Kegiatan yang di awali apel upacara dan pencanangan kawasan siaga bencana dan taman siaga bencana.

Perhimpunan Hotel dan Restaurant Republik Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin.

Dalam kegiatan pra Jambore dan Bakti sosial Tagana di tanggal 24 September bertempat di padepokan Agung Ngadisari kecamatan Sukapura dilaksanakan kegiatan pembentukan kampung siaga bencana, penyuluhan dan pelatihan kampung siaga bencana.

Maka pihak pemangku wilayah kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo, Bambang Heriwahyudi meminta undangan yang terlibat agenda tersebut mendukung penuh dalam suksesnya kegiatan pelaksanaan yang diselenggarakan oleh Derekturat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI.

Disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin yang akrap di sapa pak Yoyok, dengan terbentuknya kampung siaga bencana masyarakat yang ada di kawasan Bromo akan paham apa yang harus di lakukan pra bencana, saat bencana dan paska bencana. Ketangguhan bencana yang di bangun tiap kampung kirannya mampu dan tangguh menghadapi bencana di tempat tinggalnya seperti masyakarat yang ada di Bromo.

Masyarakat sekitar Bromo dengan terbentuknya kampung siaga bencana dapat meningkatkan kewaspadaan akan ancaman di tempat tinggalnya, potensi tersebut yang harus di pahami kata Digdoyo sehingga kewaspadaan ini harus benar-benar diperhatikan oleh setiap individu warga Bromo.

Report Efendi. | Red-wbn ndra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *