8 views

Antisipasi Kelaparan Kemensos Droping Logistik Korban Bencana Sosial Wamena

Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan logistik untuk warga Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang saat ini mengungsi di Kota Jayapura yang secara simbolis diserahkan oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi pengungsi di Wamena pada hari Selasa (8/10) kemarin.

“Pemenuhan dasar kebutuhan pengungsi adalah salah satu tugas dan fungsi Kementerian Sosial. Oleh karena itu pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan perhatian besar bagi pengungsi korban konflik di Wamena yang ada di Wamena maupun yang sekarang masih berada di Jayapura. Bantuan kami salurkan melalui dinas sosial setempat,” kata Mensos.

Mensos merinci bantuan terdiri dari dapur umum untuk 1.500 orang, 900 unit matras, 260 unit tenda gulung, 850 unit selimut, 4 paket perlengkapan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), 2 unit tenda serbaguna, 20 unit velbed, dan 20 unit kasur. Total bantuan adalah Rp740.970.800.

Mensos mengatakan penanganan pengungsi korban konflik Wamena baik di Wamena maupun Jayapura secara umum sama. Dimulai dengan kaji cepat pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian layanan dukungan psikososial untuk kelompok rentan di pengungsian, pemenuhan kebutuhan dasar melalui bantuan logistik dan makanan, serta pengertahan tenaga relawan bencana.

Sementara itu Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto mengatakan gelombang kedatangan pengungsi yang kembali dari Jayapura mulai mengalir ke Wamena menggunakan pesawat Hercules.

“Hari ini pengungsi yang kembali dari Jayapura ke Wamena sebanyak 88 orang dan langsung kembali ke rumah masing-masing. Kemarin hari Rabu 08/10 telah tiba 87 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 3 orang mengungsi lagi ke Kodim karena rumahnya terbakar sehingga belum punya tempat tinggal,” tutur Candra.

Dandim mengatakan suasana di Wamena semakin ramai. Pada Kamis atua hari keempat anak-anak bersekolah, mereka sudah berangkat sendiri dengan berjalan kaki. Sebelumnya mereka diantar orang tua ke sekolah menggunakan motor.

“Kemarin anak-anak masih ditunggui orang tuanya di sekolah. Hari ini kami pantau tidak lagi. Anak-anak juga bermain dan belajar seperti biasa,” kata Dandim.

Aktivitas di pasar-pasar di sejumlah titik juga sudah semakin pulih, kecuali Pasar Woma yang belum beroperasi karena terbakar total dan memerlukan rehabilitasi dan rekontruksi agar salah satu pusat ekonomi masyarakat ini segera pulih.

Mensos mengatakan kembalinya pengungsi ke rumah masing-masing menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa kondisi keamanan telah semakin baik.

“Intinya adalah kita sudah mendengar langsung dari Panglima TNI dan Kapolri bahwa mereka menjamin keamanan yang ada di Jayapura, Wamena dan kota-kota lain di Papua. Warga yang masih mengungsi kita harapkan segera kembali ke Wamena untuk membangun kembali Wamena,” kata Mensos seraya menambahkan pemerintah akan memfasilitasi pemulangan kembali pengungsi ke Wamena.

Berdasarkan data pengungsi pascakerusuhan di Wamena hingga 10 Oktober pukul 16.00 WIT yang dihimpun oleh Kodim 1702/Jayawijaya perhari ini terdapat 677 pengungsi tersebar di 9 titik. Terdiri dari 248 orang di Kodim, 154 orang di Polres Wamena, 31 orang di Koramil 1702-03/Wamena, 8 orang di Subdenpom Wamena, 71 orang di masjid, 49 orang di Gereja Advent, 25 orang di Gereja El-Shadday, 30 orang di Masjid Pasar Baru, 60 orang di Gedung Tongkonan.

Data pengungsi kembali dari eksodus (Jayapura-Wamena) sebanyak 175 orang terdiri dari 87 orang pada Rabu (9/10) dan 88 orang pada Kamis (10/10).

Reporter Efendi | Red HS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *