10 views

Mentri Pertanian Kunjungi Pabrik Gula Rejoso Manis Indo

Belitar, Jawa Timur -Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Blitar Jawa Timur ke pabrik gula PT. RMI (Rejoso Manis Indo) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, kemarin (Rabu 09/10) di dampingi Bupati Blitar Rijanto.

Mentan Amran Sulaiman tiba di lokasi disambut Bupati Rijanto, jajaran Forpimda Blitar, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait Pemkab Blitar, hingga jajaran pengurus PT. RMI.

Bupati Rijanto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama Forpimda Blitar mendukung penuh apa yang juga diprogramkan pemerintah pusat di daerah. Terlebih dalam hal ini khususnya investasi di perusahaan PT RMI.

“Kami tidak pernah menghambat investor. Sejauh ini ada 3 investor besar di Blitar, diantaranya PG RMI dan peternakan susu Greenfield. Insyaalah kita tidak ada istilah menghambat, dan kita segaris dengan apa yang disampaikan pak Menteri, kita tentunya mengikuti petunjuk Presiden bahwa investor akan kita bantu dan kita damping,” ungkap dia. Jum’at (11/10).

“Saya beberapa kali melakukan gathering dengan beberapa pengusaha di Jakarta dan investor. Mereka kita undang datang ke Blitar dan kita sampaikan potensi-potensi yang ada di Blitar. Saya juga memohon MoU dengan beberapa daerah, harapannya investor bisa masuk. Sambutan juga datang dari 9 duta besar timur tengah yang datang ke Blitar beberapa waktu lalu. Mereka tertaik dengan cokelat Blitar. Dan Blitar melalui Kampung Cokelat akan merintis kerjasama dengan beberapa Negara timur tengah,” urainya.

Sementara Menteri Amran berpesan kepada Bupati Blitar untuk titip pabrik gula yang sudah berdiri dan beroperasi dan melindungi investor di Blitar. Dirinya pun menegaskan, pemerintah membuka selebar-lebarnya kran investasi untuk mendorong kemajuan sektor perekonomian dan industry, salah satunya dengan mempermudah perijinan.

“Saya titip pabrik gula dan investor ini dilindungi. Karena ini akan membuka lapangan kerja dan mensejahterakan masyarakat karena membuka plasma. Untuk plasma 70% masyarakat terlibat, ini sangat menguntungkan pemerintah. Investor jangan dimusuhi, kalau salah diberitahu salahnya,” ucap Mentan.

Reporter Efendi | Red ndra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *