OSTB, cara BPBD Lumajang menggugah Kesadaran bencana Pada pelajar

Jambore Organisasi Siswa Tanggap Bencana (OSTB) ke 5 di laksanakan BPBD kabupaten Lumajang Jawa Timur dalam rangka penguatan sistem ketangguhan bencana, sehingga seluruh elemen masyarakat menanamkan sikap kesiapsiagaan mulai sejak dini. Kegiatan bertempat di wisata Gotgalih kecamatan Yosowilangun dari tanggal 18-20 Oktober.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dalam sambutannya mengatakan peta resiko bencana, ada 10 potensi bencana yang ada di kabupaten Lumajang, diantaranya, bencana gunung berapi Semeru Lamongan, gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, puting beliung, abrasi serta kekeringan hutan dan lahan.

“Daerah kita ini, dikategorikan tempat rawan bencana,” kata bupati saat memimpin Apel Pembukaan Jambore Kader Tanggap Bencana, di Wisata Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.

Orang nomor satu di Lumajang itu, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan jambore kader tanggap bencana tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu sangat efektif dalam menumbuhkan kesiapsiagaan terhadap siswa maupun siswi SMA apabila sewaktu – waktu terjadi ancaman bencana.

“Atas nama Pemerintah, saya ucapkan terimakasih kepada anak – anaku yang menjadi bagian dari kader tanggap bencana, karena disinilah hubungan kebersamaan antara kami Pemerintah dengan seluruh stakeholder serta kader disemua lini. Tentu ini menjadi hal positif yang harus terus dilanjutkan,” ucap Thoriq. Sabtu (19/10).

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Teguh Widjayono, melaporkan, jambore tersebut bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan siswa maupun siswi SMK/SMA negeri maupun swasta di Kabupaten Lumajang serta menumbuhkan kesiapsiagaan dan ancaman terhadap bahaya bencana.

Adapun beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada jombore tersebut, diantaranya, lomba cerdas cermat dengan materi kebencanaan dan wawasan kebangsaan, presentasi kebencanaan, lomba pertolongan pertama pada gawat darurat, serta berbagai lomba lainnya.

Dalam kesempatan itu pula Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kabupaten Mohammad Wawan Hadi Siswoyo menjelaskan, kegiatan tahun 2019 terdapat 80 kembali pendidikan setingkat SMA, SMK atau MA. Di tahun 2018 peserta 60 lembaga.

Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan adanya kegiatan OSTB masing-masing sekolah dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam kesiapsiagaan bencana.

Report Efendi. Red ndra