14 views

Berita Hoax Kematian Hasbar Dikarenakan Gizi Buruk, Ismail Kadis Kominfo Makassar Angkat Bicara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Makassar menyesalkan dan mengkaji dugaan tindak pidana terhadap mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto terkait dengan penyebaran informasi bohong adanya anak di Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini, Makassar, yang tewas karena gizi buruk.

“Kami menemukan fakta bahwa di sebuah grup Whats App, pak Danny Pomanto mengajak untuk menyebarkan informasi bohong terkait dengan adanya anak yang meninggal karena gizi buruk,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Ismail Hajiali kepada wartawan, Selasa (29/10/2019).

Diketahui, dalam sebuah grup Whatss App bernama Pos Kota, seseorang dengan nomor ponsel 081343632xxx menyebarkan sebuah gambar menunjukkan anak yang sudah meninggal dunia di dampingi ibunya, dengan keterangan balita penderita gizi buruk anak pasangan Basri dan Hasrah, warga Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini, Makassar, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Unggahan ini langsung mendapat respon dari pemilik nomor ponsel 08114422xxx yang diketahui sebagai nomor ponsel pribadi milik Danny Pomanto.

“Komentar pak Danny Pomanto terkesan provokatif, karena belum melakukan pengecekan terkait fakta yang terjadi di lapangan. Karena faktanya tidak ada anak yang meninggal karena gizi buruk di Kassi-Kassi,” jelas Ismail.

Diketahui, dalam grup Whats App, Danny Pomanto mengajak langsung memviralkan informasi tersebut.

“Viralkan ini, di mana tanggungjawab Dinsos,” tulis Danny Pomanto.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan Dinas Kesehatan menunjukkan kalau anak pasangan Basri dan Hasnah meninggal dunia karena penyakit lumpuh otak dan sudah beberapa kali mendapat tindakan medis, termasuk di RS Grestelina dan RSUD Makassar.

“Pemkot Makassar sudah memberikan perhatian kepada anak itu dan sudah dirujuk ke dua rumah sakit. Sudah mendapat tindakan medis. Intinya tidak benar ada anak yang meninggal karena kurang gizi atau gizi buruk,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Naisyah Tun Azikin.

Sementara itu, Dinas Sosial juga telah sejak lama melakukan monitoring terhadap perkembangan kesehatan almarhum, termasuk kelengkapan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk syarat mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *