111 views

Gunung Sampah di Antara Situs Kramat Buyut Banjar

PLT. Bupati Melakukan Penanaman

INDRAMAYU, JABAR – Situs bersejarah Taman Banjar, yang berada di desa Bulak Kec.Jatibarang, Kab. Indramayu. Melakukan perubahan besar dalam tata ruang di taman tersebut. Situs bersejarah dengan legenda monyet yang selalu berjumlah 41ekor ini tidak bertambah dan tidak mengurangi dari dulu sampai sekarang.
Situs tersebut ternyata menyimpan masalah, berubahnya taman situs ini menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal, dalam kurun waktu 30 tahun sudah masalah sampah ini tidak dapat terselesaikan, sehingga situs yang mempunyai sejarah kuat harus berdampingan dengan sampah yang menggunung.Minggu (30/11).

Namun seiring berkembangnya pengetahuan dan wawasan serta penguatan SDM, berbagai organisasi kepemudaan dan lembaga-lembaga tingkat desa sudah berani melakukan berbagai gebrakan, LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) desa bulak yang di ketuai oleh Rudy Bento, yang juga sebagai salah satu Pengurus KOMPEPAR (Kelompok Penggerak Pariwisata) Kab.Indramayu
Kang Rudy bersama Anggota LPM Serta ketua Pemuda Pancasila Kec.Jatibarang Hadi Suprapto, S.E., M.M dan Dukungan dari Aktivis budaya Ngempani Ketek (Kelompok yang mengumpulkan berbagai makanan pemberian masyarakat untuk kasih Ketek/Monyet) di situs Banjar.

Membuat program terkait masalah sampah, gagasan tersebut sangat di apresiasi oleh kepala desa Bulak Wanito Efendi. Di mana program tersebut meratakan gunung sampah dan di lakukan penghijauan dengan di tanami pohon pohon berbuah, dengan harapan habitat monyet yang bersejarah di situs banjar, bisa mendapatkan sumber makanan yang cukup.
Bukan cuma kepala desa dan camat,konsep ini juga di sambut baik Oleh Bupati PLT. H. Tofik Hidayat yang hadir dalam acara penanaman 100 pohon berbuah, bantuan dari pemerintah desa Bulak Dan Dinas Pertanian Kec.Jatibarang, dan melakukan penanaman sebuah pohon.


H.Tofik Hidayat Mengatakan Akan memberikan lagi bibit bibit pohon kalau lahan sudah di persiapkan.
Di temui di lokasi di haparan sampah yang sudah di ratakan Rudy Bento mengatakan, semoga kegiatan kami dan teman-teman untuk merubah gunung sampah yang sudah 30 tahunan ini, untuk menjadi kawasan penghijauan, mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah yang bukan pada tempatnya, supaya situs bersejarah ini bisa terjaga dan terawat.
Reporter B.ay| Red ndra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *