19 views

Diduga Tak Taat Aturan Ketenagakerjaan, LKKN Soroti Perusahaan Spandek di Makassar

5 / 100 Skor SEO

MAKASSAR, SULSEL– Kembali DPP LKKN (Lembaga Kontrol Keuangan Negara) ungkap kasus salah satu perusahaan yang bergerak disalah satu industri Spandek di Kawasan Pergudangan di Makassar yang memiliki banyak pelanggaran yang diduga tidak menaati aturan pemerintah, seperti yang diungkap ketua DPP LKKN Ibar kepada awak media pada Rabu,(04/12).

Dalam suatu percakapan dalam sebuah rekaman yang dimiliki oleh ketua DPP LKKN kepada salah satu karyawan perusahaan Spandek tersebut mengatakan bahwa banyak hal yang diduga tidak sesuai aturan pemerintah serta asuransi kesehatan untuk para pekerja yang dihiraukan.

“Kami hanya digaji harian, per harinya 70 ribu, dan kalau full dalam sebulan mendapat 2,1 Juta, kami juga tidak ada jaminan kesehatan, kalau sakit berobat sendiri”,ucap salah satu karyawan perusahaan tersebut dalam sebuah rekaman yang dimiliki ketua DPP LKKN Ibar.

Dalam rekaman itu juga menyebut bahwa ada sekitar 100 karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut.”kami disini ada sekitar 100 orang lebih yang bekerja”,ujar karyawan dalam sebuah rekaman.

Ibar selaku ketua DPP LKKN bersama awak media yang mendatangi pihak perusahaan di kediamannya pada selasa,(03/12/2019) di jalan perintis kemerdekaan depan M’Tos untuk dikonfirmasi, namun pihak perusahaan yang disebut dalam rekaman atas nama Yusuf tak sempat berada di lokasi, namun sempat bertemu dengan pihak general manager perusahaan tersebut.

Dalam konfirmasinya, General Manager menyebut bahwa untuk asuransinya baru sementara kemarin di daftarkan, dan juga untuk upah pekerja hanya memberikan gaji sesuai kesepakatan antara pekerja dan pihak perusahaan, serta jumlah karyawan sekitar 35 orang.

“Kami baru mengurusnya kemarin, dan sebelumnya itu kami hanya memberikan tanggunan kesehatan secara pribadi dari pihak perusahaan, dan kami memberikan upah sesuai kesepakatan saat ia melamar di perusahaan kami, dan ada sekitar 35 orang yang bekerja di perusahaan kami”,ujar General Manager pihak perusahaan.

Pada hari rabu,04/12/2019, Ibar bersama awak media dan kuasa hukum dari LKKN kembali mendatangi kediamannya menemui Yusuf selaku pengelolah perusahaan yang disebut dalam rekaman itu, namun Ibar anggap bahwa pihak dari perusahaan tersebut sangat Arogan saat dikonfirmasi atas masalah tersebut.

“Kami sangat sayangkan atas tindakan Yusuf selaku pengelolah perusahaan Spandek tersebut, pasalnya kami datang untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi terkait apa yang diungkap oleh salah satu karyawannya, malah kami diterima secara arogan dan tak sesuai dengan etika dalam berbahasa”,ujar ibar kepada awak media.

Ibar juga menyebut bahwa pihak perusahaan tersebut banyak memiliki pelanggaran,”Perusahaan Spandek ini banyak kekeliruan, seperti masalah Upah pekerja yang diluar dari aturan pemerintah yang sudah ditetapkan, masalah asuransi kesehatan pekerja yang dihiraukan, dan anggapan total pekerja yang sangat jauh berbeda seperti yang diungkap narasumber pada rekaman”,terang Ibar.

“Kami akan tindak lanjut hal ini, kami juga akan lakukan aksi demo terkait kesejahteraan pekerja, dan kami akan usut tuntas hal ini, jika pihak perusahaan tak bisa menaati aturan pemerintah sebaiknya tutup saja, karena setiap perusahaan sudah diatur dalam aturan pemerintah dalam hal ketenagakerjaan dan tak boleh melabrak aturan yang sudah dibuat, karena ancaman pidana bagi yang tak menaati aturan tersebut”,kunci Ibar. (Herman |red ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *