12 views

Festival Keraton Masyarakat Asean (FKMA) 2019

BAUBAU, SULTRA-Festival Keraton Masyarakat Asean (FKMA) berlangsung di Pelataran Stadion Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (19/11/2019), yang menampilkan ragam budaya dan tarian nusantara. Pembukaan juga menampilkan tarian kolosal sebanyak 700 orang.

Sedikitnya 81 Kerajaan dan 20 lembaga adat yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara memeriahkan pelaksanaan Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN ke VI Polima di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Semuanya berasal dari seluruh pelosok tanah air mulai dari Sumatera, Kalimantan, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Bali dan Sulawesi. Selain dalam negeri telah hadir pula empat kerajaan dari negara tetangga yakni Filipina, Malaysia, Singapura, dan Korea.

Walikota Baubau Drs. H. AS. Tamrin mengatakan, pertunjukan seni budaya dan tarian tradisional dari berbagai daerah ini sesuai dengan rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu membesarkan budaya.

“Sebagaimana kita bersama-sama juga merevitalisasi kembali nilai-nilai dan situs-situs budaya, serta ritual-ritual budaya yang sejak dahulu memotivasi kita di dalam mengisi kemerdekaan saat ini,” ujarnya.

Sekda Baubau Dr. Roni Muhtar M.Pd menyebut, rangkaian kegiatan diawali gala dinner. Selanjutnya rapat kerja nasional para raja anggota raja FSKN, tari kolosal dengan 700 penari.

Kemudian, pergelaran seni atraksi dan hiburan yang akan berlanjut dengan napak tilas nusantara serta Santiago Prosesi Ziarah Nasional ke Makan Sultan Himayattuddin di Kamali Kara. Lalu, pekandekandea dengan seribu talang yang mengitari benteng terluas di dunia serta diharapkan akan memecahkan rekor Muri.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuluh Cirebon, PRA. H. Arief Natadiningrat S.E,  berharap peserta Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI bisa membawa pulang energi kebaikan, budaya, dan energi kepahlawanan dari kota setempat. Festival ini akan digelar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

“Kami melihat di Kota Baubau banyak sekali peninggalan bersejarah, peninggalan bekas-bekas perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Oleh karena itu, mudah-mudahan ketika kita pulang dari Kota Baubau membawa energi budaya, energi kepahlawanan dan energi kebaikan untuk seluruh Nusantara ini,” ujar Adipati Arief.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Sultan Sepuh XIV PRA.  H. Arief Natadiningrat S.E juga mengatakan, “Kami melihat banyak sekali peninggalan bersejarah, bekas perjuangan pahlawan-pahlawan kita, oleh karena itu mudah-mudahan sepulangnya kita dari Kota Baubau membawa energy budaya, energi kepahlawanan, dan energi kebaikan dari Baubau untuk seluruh nusantara,” ungkap Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

(Herman |Red ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *