Bulan Dana PMI 2019, Pemkot Jakut Kumpulkan Dana Rp. 2. 441. 799. 209

WBN, Jakarta Utara
Penutupan Bulan Dana PMI Kota Jakarta Utara 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp.2.441.799.209. Hal tersebut melampaui target sebanyak 41 persen dari target yang ditentukan.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan PMI sebagai auxiliary role to government (Peran pelengkap bagi pemerintah) sangat berperan aktif dalam membantu tugas pemerintah dalam hal penanganan masalah sosial dan penanganan bencana.
“Dan keberhasilan PMI juga tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat Jakarta Utara yang mau meluangkan waktu, tenaga sampai dengan materinya untuk mensupport tugas berat PMI,” katanya di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Utara, (11/02).

Untuk contohnya sendiri, Sigit menerangkan jika pada awal tahun 2020 ini terjadi bencana genangan, semua mata melihat penanganan itu bukanlah hal yang bisa dianggap sebelah mata.
“Kita melihat, menyaksikan di televisi dan media peran juga aksi PMI dengan tenaga sukarelawannya memberikan bantuan kepada saudara kita yang membutuhkan tanpa mengenal lelah. Bukan hanya permasalahan tenaga, tapi juga membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ucapnya.

Dan dengan tercapainya target Bulan Dana PMI Jakarta Utara tahun 2019 ini, Sigit mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang bersama sama berpartisipasi dalam mengumpulkan uang.
“Terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah dengan rela mengumpulkan sumbangan dalam Bulan Dana PMI tingkat Kota Jakarta Utara Tahun 2019, seperti yang telah dilaporkan Ketua Panitia Bulan Dana Tahun 2018 tadi dengan perolehan sebesar Rp.2.441.799.209 (Dua Milyar Empat Ratus Empat Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Dua Ratus Sembilan Rupiah),” tambahnya.

Ketua Bulan Dana PMI Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan tercapainya target kali ini terkait dengan gigihnya PMI Jakarta Utara dalam mempromosikan program baru.
“Dondarela, atau Donor Darah Sukarela. Dimana melibatkan banyak lapisan masyarakat, dari kaum pekerja sampai dengan ojek online di Jakarta Utara,” katanya.

Sementara Ketua PMI Kota Jakarta Utara Sabri Saimam mengatakan ini semua tidak mungkin bisa dicapai tanpa bantuan Wali Kota Jakarta Utara.
“Berikut perangkatnya mulai Camat Lurah sampai dengan RT/RW. Kita harus bersyukur, berharap pencapaian ini menjadi momentum baru dalam menyelami pengabdian apa arti masyarakat di dalamnya,” katanya. Reporter (Ahmad FG) | redpel ndra.