Anak eks combatan ISIS, DPR: Perlu dediradikalisme tentang Pancasila UUD 45 NKRI

WBN, JATIM -Komisi l DPR RI Mohammad Syaiful Bahri Anshori menanggapi rencana pemulangan eks combatan ISIS oleh pemerintah tidak mempermasalahkan keinginan tersebut. Namun, ia meminta anak-anak WNI eks ISIS harus di didik kembali mengenai NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945. Dalam artian, mereka harus di deradikalisasi.

“Jadi itu di deradikalisasi dulu,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui via whatsappnya, Kamis (20/02)

Kata Syaiful Bahri Anshori memulangkan anak-anak WNI eks ISIS tentunya mereka berpisah dengan orangtua kandungnya, hal itu hanya perlu diberi penjelasan bahwa orangtuanya telah melanggar hukum.

“Dikasih penjelasan bahwa orangtuamu telah melawan negara, sudah keluar dari NKRI, telah menjalankan agama berlebihan sehingga agama untuk membunuh orang lain,” pinta Syaiful Bahri Anshori.

DPR RI dari daerah pemilihan kabupaten Lumajang dan kabupaten Jember mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo menolak pulangkan sekitar 689 WNI eks ISIS yang masih berada di kamp pengungsian di Suriah. Namun, membuka peluang untuk memulangkan anak-anak yatim piatu di sana. Ia telah memerintahkan kementerian terkait turun melakukan pendataan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah hanya akan memulangkan anak dengan usia 10 tahun ke bawah. Selain itu, pemerintah juga melihat anak-anak itu per kasus, alias tak semua anak akan dipulangkan.

Lebih lanjut politisi PKB ini mengatakan ketika anak WNI eks ISIS itu sudah dewasa, mereka bisa menilai dan menentukan pilihan apakah yang dilakukan orangtuanya salah atau benar serta mereka ingin ikut orangtuanya atau tetap menjadi WNI yang baik.

“Prinsipnya kita tidak ingin merusak keturunannya, sehingga anak tidak dilibatkan persoalan orangtuanya,” kata Syaiful Bahri Anshori.

Legislator asal Jawa Timur lV ini menambahkan persoalan teroris ini karena mereka tidak mengerti agama, ekonomi, pendidikan secara utuh. Sebab itu, mereka perlu di deradikalisasi. Setelah itu bisa anak-anak itu di beri beasiswa.

Pinta Syaiful Bahri Anshori masyarakat diharapkan tidak mengucilkan mereka nantinya di kampung halaman, justru lakukan pendekatan ajari mereka itu mengamalkan Pancasila UUD45 Bhineka Tunggal Ika dan sebagai warga NKRI melalui kehidupan keseharian.

“Banyak yang kita ajarkan dalam keseharian pada mereka salah satu contoh melakukan goyong royong sesama usianya, edukasi dengan baik untuk merobah prinsip yang salah itu jadi benar”, pungkas Syaiful Bahri Ansohri. ( Efendi | redpel ndra)