Presiden Sarbumusi Kecam Meninggalnya Buruh PT. Flow Pasuruan

WBN, JAWA TIMUR – Aksi buruh mogok kerja yang berujung kematian menjadi saksi perhatian perusahaan yang memperkerjakan belum secara keseluruhan memperhatikan hak-hak dari para pekerjanya.

Empat orang buruh pabrik PT. Flow di desa Suwayuwo kecamatan Sukorejo Pasuruan Jawa Timur meninggal, pada saat mogok kerja ditabrak mobil melintas hari Selasa (10/3) dini hari. Kejadian tersebut tidak hanya empat korban namun ada beberapa buruh mengalami luka akibat kejadian itu. Kondisi ini mengetuk simpati dan keprihatinan buruh dan lain pihak.

Presiden Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Mohammad Syaiful Bahri Anshori turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya meninggalnya empat buruh pabrik dan kejadian itu mestinya tidak terjadi bila aksi para buruh pabril air minum mineral tersebut mendapat pengawalan ketat petugas.

“Inalillahi wailahiroziun turut berbelasungkawa, semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan dan kesabaran. Ini harus menjadi perhatian serius agar cepat di tangani cepat dan tuntas”, kata Syaiful Bahri Anshori, Rabu (11/03).

Alumni Sunan Kalijaga Yogyakarta ini meminta para buruh tidak boleh mengendorkan semanga, buruh untuk menuntut hak-haknya karena tanpa mereka itu aset yang perlu mendapatkan perhatian dari perusahaannya tanpa mereka usaha yang di jalanan tidak akan menuai hasil. Kejadian yang telah menimpa para buruh PT. Flow dan sebelumnya agar jadi pemerkuat ikatan di antara para buruh tidak memandang kelompok atau persatuan apapun untuk menuju kesejahteraan buruh yang benar-benar saling menguntungkan.

“Menghimbau kepada semua komponen buruh agar terus bersatu”, ucap Syaiful Bahri Anshori.

Beliau berharap santunan kecelakaan segera di peroleh oleh hak waris almarhum dan mereka yang mengalami luka-luka memperoleh pelayanan medis yang baik dan santun selama mereka belum bisa menjalankan rutinitasnya sebagai buruh.

Soal perburuhan Syaiful Bahri Anshori telah menyampaikan kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin agar persoalan buruh tidak memperkeruh kondisi negara yang saat ini terus membangun dalam meningkatkan berbagai bidang. ( Efendi | redpel ndra )