Para Turunan Serta Dewan Adat Kerajaan Tallo Akan Pertahankan Lahan Adat Walau Nyawa Jadi Taruhan

Makassar,WBN- Polemik antara Dewan Adat Kerajaan Tallo dengan salah satu Perusahaan di Makassar terus bergulir, seperti yang terlihat di lokasi Tanah adat kerajaan Tallo, dimana pihak dewan adat serta para turunan kerajaan Tallo gunakan tanda yang diikat dikepala berwarna merah.

Saat ditemui dilokasi, pihak dewan adat serta para turunan Kerajaan Tallo diwakili oleh Andi Iskandar Esa Dg Pasore yang juga ketua Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo Sulsel menegaskan bahwa, mereka akan bertahan di lokasi Tanah Adat Kerajaan Tallo guna mempertahankan aset Kerajaan.

“Kami tak gentar dengan siapapun yang akan merampas Tanah Adat kami, dan kami siap berperang walau nyawa harus menjadi taruhannya, kami juga sudah mempersiapkan segala hal jika terjadi, semua senjata kerajaan akan kami turungkan jika mencoba melakukan mereka melakukan pemgusiran secara paksa terhadap kami, karena ini adalah Tanah Adat sesuai rincik dan sudah terdaftar dalam buku C serta sudah memiliki sporadik dari pemerintah setempat yang mengatakan ini adalah milik Kerajaan atas nama I Nannu Karaeng Lakiung”,Jelas Andi Iskandar Esa kepada Awak Media pada Jum’at, (13/03/2020).

Diketahui lahan adat berada di kawasan Parangloe Tallasa City Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang kini dipertahankan oleh pihak Kerajaan Tallo yang kini bersiteru dengan salah satu perusahaan yang berada di lokasi lahan adat.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum Kerajaan Tallo juga menambahkan,”secara hukum pihak perusahaan hanya melakukan transaksi pembelian kepada penggarap lahan adat ini, padahal si penggarap tidak memiliki hak untuk melakukan transaksi atas lahan adat itu, karena tidak berdasar secara kepemilikan dan seharusnya yang berhak atas itu adalah para ahli waris I Nannu Karaeng Lakiung, sesuai silsilah yang berada di Kerajaan Tallo, dan juga tidak ada pihak yang bisa lakukan klaim terhadap lahan ada milik kerajaan yang diluar dari Silsilah Kerajaan Tallo sendiri, bukan dari luar daerah kekuasaan, karena setia daerah, para Raja memiliki batas kekuasaan dan khusus lahan ini adalah sah milik kerajaan Tallo sendiri bukan dari Kerajaan lain”,terang Erwin selaku kuasa Hukum Kerajaan Tallo.