Virus Corona Buat Parno Warga Indonesia

WBN, SULSEL-Pertama kali diumumkan pada publik di 31 Desember 2019, virus corona baru atau Covid-19 kini telah menjadi pandemi global.

Wabah virus corona di dunia masih terus merebak. Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per Sabtu (21/3/2020) pagi, jumlah total kasus virus corona Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 271.629 kasus.

Dari kasus-kasus tersebut, terjadi 11.282 kematian dengan 87.403 pasien sembuh.

Jumlah pasien virus corona Covid-19 masih terus bertambah di Indonesia.

Dari jumlah kasus yang tercatat, 17 pasien telah dinyatakan sembuh dan 32 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sejauh ini, jumlah kasus kematian di Indonesia akibat Covid-19 menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Dari kejadian tersebut membuat masyarakat di Indonesia menjadi Parno atau membuat penyakit jiwa yang membuat penderita berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan.

Sebagian masyarakat anggap wabah virus ini bisa mengancam kapan saja dan dimana saja berada yang membuat masyarakat akan panik dengan hal tersebut.

Namun ada beberapa hal untuk membuat Virus tersebut menjadi tidak Parno atau berfikir negatif berupa ancaman, karena akan berpengaruh pada diri kita sendiri yaitu dengan cara seperti yang dilansir berikut ini.

Psikolog Wiene Dewi dari Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) mengatakan, kepanikan, cemas dan stres dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga, menurutnya, rentan terhadap penyakit, termasuk terinfeksi virus corona atau Covid-19.

“Jika kita sedang marah, cemas, sedih dan tertekan maka otak kita akan mengeluarkan hormon noradrenalin, yaitu hormon yang sangat beracun yang membuat fisik kita menjadi lemah, sakit-sakitan, cepat tua dan cepat mematikan syaraf,” kata Wiene kepada, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dalam menghadapi masa krisis Covid-19, kata Wiene, masyarakat harus berpikiran positif dan tenang supaya mentalnya sehat dan daya tahan tubuh tidak melemah. Dengan daya tahan tubuh yang tetap terjaga baik, maka tubuh tidak mudah terkena penyakit.

Jadi kesimpulannya buat diri kita menjadi rileks, namun tetap mengkuti anjuran pemerintah untuk mencegah wabah tersebut seperti, jangan berada di tempat keramaian atau biasa banyak masyarakat berkumpul, selalu gunakan antiseptik ketika ingin memegang sesuatu diluar rumah atau benda lainnya, gunakan masker ketika flu, segera periksakan diri ke Rumah Sakit ketika sudah ada gejala seperti demam, batuk dan lain lain, agar pihak dokter bisa lakukan pemeriksaan kepada kita, serta jaga kebersihan dilingkungan sekitar.

(Reporter Herman)