Pengacara Asal NTT, Fransisco Minta Pemda Atasi Kejadian Tolak Pemudik

WBN NTT│Wabah Covid-19 Coronavirus yang tengah mencengkram ratusan negara, termasuk Negara Republik Indonesia, telah ditandai dengan sejumlah peristiwa penting dalam negeri.

Pasalnya di dua daerah dalam Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, terjadi aksi spontanitas warga menolak warga mudik saat tiba di kampung halamannya, kejadian di Kabupaten Manggarai Timur dan warga Palue di Kabupaten Sikka, Flores.

Menanggapi kejadian ini, salah satu pengacara asal suku daerah Lio Sikka, Pulau Flores, NTT, Francisco Soarez yang bekerja di DKI Jakarta, melalui rilis keterangan media (1/4/2020) menyamapikan beberapa penegasannya sebagai warga NTT yang berada di luar daerah.

Francisco Soarez juga meminta Pemerintah Daerah di NTT melalui bidang-bidang terkait dapat menjamin keseimbangan penanganan nasib warga perantau yang balik ke kampung halaman agar tidak dihakimi oleh warga penjaga kampung.

Dia berharap masyarakat daerah atau warga penjaga kampung tidak mengambil posisi sebagai pengadilan atas warga perantauan yang mudik.

“Saya melihat ada sekatan sosial dalam masyarakat Indonesia saat ini, tidak terkecuali masyarakat Flores dengan adanya Virus Corona. Masyarakat telah terpecah dalam dua kelompok, yakni kelompok perantau dan kelompok penjaga kampung. Warga perantau seolah-olah dicurigai sebagai pembawa virus corona. Fakta demikian kurang adil, sebab harus ada mekanisme kontrol dan tindakan medis di daerah jika ada yang mudik lalu terindikasi Coviw-19”, tegas Fransisco Soarez.

Sudah ada kejadian penolakan di Manggarai Timur dan Palue Kabupaten Sikka yang diberitakan media. Itu wajib disikapi secara bijak oleh setiap Pemeritah Daerah,  sebab potensi konflik antara sesama saudara sangat besar.

“Presiden Jokowi mengeluarkan Pembatasan Sosial Besar-Besaran, bukan untuk menolak warga perantauan yang pulang ke daerah. Bukan itu tujuan dari kebijakan Presiden RI,  Maka Bagian Hukum Pemerintah Daerah dan Kesbangpol wajib mendeteksi dini gejolak sosial penolakan warga perantauan oleh warga penjaga kampung”, tutup Franscisco Soarez, SH.

Keterangan Foto berita : Pengacara asal NTT, Fransisco Soarez, tinggal di DKI

Tim Pers WBN NTT│Aurel Do’o│redpel-Indra