PMKRI Kupang Minta Pemerintah Perketat Pembatasan Lalu Lintas Transportasi

WBN NTT│Perhimpunan Mahasiswa Katholik Cabang Kupang melalui Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng (10/4/2020) merilis sejumlah penegasan organisasi atas kondisi penanganan wabah Covid-19 Coronavirus di wilayah NTT.

Diuraikan, PMKRI Cabang Kupang mengajak seluruh Masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tetap tenang dan tidak cemas yang berlebihan. Cemas adalah hal yang wajar, sebagai bentuk kegelisahan di tengah kondisi daerah yang berjuang melawan pandemi covid-19. Yang perlu dilakukan adalah harus mampu menahan diri dan kendali emosional, jangan sampai terlalu berlebihan atau over yang bisa berakibat fatal. Selain mengganggu kesehatan, bisa juga menjerumus orang pada tindakan-tindakan irasional bahkan anarkis.

Mengapa kita perlu mengendalikan diri, karena ini adalah bagian dari menjaga stabilitas tubuh. Cemas yang berlebihan atau anxiety disorder dapat mempengaruhi peningkatan aliran darah yang mana akan terjadi penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi), selain itu juga mempengaruhi sistem pernafasan (hiperventilasi) yang berakibat cepat lemah dan kelelahan.

Kondisi inilah yang bisa menurun imun tubuh sehingga Covid-19 mudah menginfeksi orang berdaya tahan tubu rendah. Sekali lagi kami mengajak, tetap tenang dan dirumah saja, ikuti segala tata protokol yang ada untuk keselamatan bersama. Dengan melindungi diri kita, lanjut PMKRI Kupang, sama hal kita sedang melindungi orang lain.

PMKRI Kupang juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi atas segala daya dan upaya dalam penanganan covid-19. Tentu banyak hal dilakukan ditengah keterbatasan, namun tidak kemudian menyurut semangat untuk tetap tegar berjuang. Dalam beberapa hal perlu kemudian kita cermati bersama sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis .

“Kabar terbaru, melalui pengumuman resmi satuan tugas BNPB, satu pasien dinyatakan positif, artinya daerah ini sedang tidak aman lagi. Ini suatu kenyataan yang harus diterima sekaligus menjadi cambuk agar kita lebih serius dengan kewaspadaan tingkat tinggi dalam menghadapi ancaman covid-19. Untu itu upayah meredah atau mengendali kekewatiran  publik, Pemerintah tidak bisa lagi hanya sebatas mimbar di media sosial. Sudah saatnya turun gunung, lurah, desa, RT/RW dilibatkan semua”, ungkap Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng.

Ditambahkan, Pemerintah harus mengakomodir segala seruan dan masukan dari masyarakat , salah satu yang didengungkan selama ini adalah pengawasan lintas masuk, udara dan laut.

PMKRI Kupang menilai masih lemah dan kecolongan, masih banyak yang mudik dan keluar daerah. Terbaru WNA asal Cina lolos ke NTT, mungkin ini satu dari sekian yang tidak terdeteksi. Kasus KM. Lambaleda yang mana 3 orang positif corona setelah diagnosa melalui pemeriksaan darah dan selanjutnya menunggu uji lanjut polymerase chain reaction (PCR).

“Kita ketahui bersama, hampir semua provinsi telah dinyatakan positif covid-19. Data per tanggal 9 April dalam halaman resmi Menkes . Sehingga tidak ada alasan Pemerintah untuk tidak memperketat pengawasan dengan pembatasan jalur keluar masuk, baik udara maupun laut, terkecuali logistik dan orang yang berkepentingan langsung (satgas, medis). Hal ini bertujuan menghambat penyebaran virus dari dan keluar daerah yang mana berpotensi pada mereka yang mudik dan keluar daerah, apalagi berstatus zona merah. Inilah langkah antisipatif agar mencegah lebih baik dari pada mengobati”, tambah Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng.

Selain itu, lanjut Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng, kami mendesak pemerintah provinsi, kabupaten/kota agar segera merealisasi sumbangan dan tunjangan kepada masyarakat yang terdampak langsung covid-19 yakni buruh, petani dan pekerja swasta.

Stay at Home, Work From Home, tidak memungkinkan bagi mereka, terkecuali PNS dan para elit. Sederhana sj apakah tukang ojek, pedagang, petani, tukang parkir, tukang mebel semuanya bisa kerja dari rumah? Ini tentu tidak mungkin, imbuhnya.

“Mereka berkerja untuk cari makan, sambung hidup, nah sekarang Pemerintah minta tinggal di rumah, kerja di rumah, lantas makan minum dari mana. Kami minta Pemerintah serius juga memperhatikan ini”, tutup Ketua Presidium, Adrianus Oswin Goleng.

Tim WBN NTT │Aurel Do’o│Redpel-Indra