Corona, Pemda Sikka Flores Alokasi 95 Ton Beras Klaster Perdana Untuk Warga

WBN NTT │Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka di Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo telah mematok kebijakan klaster perdana untuk menolong warga masyarakat di tengah wabah masif Covid-19 Coronavirus dengan menyediakan 95 ton Beras untuk warga Sikka.

Seperti dilansir Suara Maumere,Com, diuraikan pendistribusian beras oleh Pemda Sikka dalam rangka menjawab kesulitan ekonomi masyarakat Kabupaten Sikka di tengah wabah Corona.

Kabar Lintas Berita Maumere Flores dan catatan Tim WBN NTT dari Maumere Kabpaten Sikka, kepastian kebijakan klaster perdana ini diutarakan oleh Bupati Fransiskus Roberto Diogo (11/4/2020).

 

Bupati Fransiskus Roberto Diogo mengungkapkan, bantuan beras akan dibagikan sampai wilayah pelosok di Kabupaten Sikka.

“Ini dalam rangka menjawab talangan ekonomi masyarakat di tengah wabah. Beras ini didonasikan sampai warga pelosok Kabupaten Sikka,”kata Bupati yang biasa disapa Bupati Robby Idong.

Pemda Sikka, lanjut dia, akan mengatur secara akurat teknis pembagian beras dalam  prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Rangkuman WBN NTT, Kabupaten Sikka adalah sebuah Kabupaten yang berada dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ibu Kota Kabupaten Sikka adalah Maumere. Dahulu Kabupaten Sikka merupakan sebuah Onderafdeling yang kemudian menjadi Swapraja yang dipimpin oleh 12 Raja dan Ratu secara turun temurun. Sejak pemerintahan Portugis saat dipimpin oleh Raja Don Alesu Ximenes da Silva hingga masa pemerintahan Belanda oleh Raja Andreas Djati da Silva pada tahun 1874.

Saat kepemimpinan Raja J. Nong Meak da Silva pada tahun 1902 sistem pemerintahan Swapraja Sikka diubah dengan sistem Desentralisasi. Hingga kemudian berlakunya Undang – undang nomor 69 tahun 1958 tentang pembentukan daerah tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur maka pada tanggal 1 Maret 1958, daerah Swapraja Sikka dijadikan Daerah Tingkat II dengan ibukotanya Maumere dengan kepala daerah pertama pada masa itu adalah D. P. C. Ximenes da Silva.

Penyelengaraan pemerintahannya di dasarkan atas Undang – undang nomor I tahun 1957 tentang pokok – pokok pemerintahan daerah. Pada tahun 1967 daerah tingkat II Swapraja Sikka di ganti namanya menjadi Kabupaten Sikka dengan kepala daerahnya Laurensius Say.

Berikut Daftar Nama Kepala Daerah Kabupaten Sikka sampai masa bhakti Bupati Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, Wakil Bupati Romanus Woga.

Bupati D.P.C Ximenes da Sillva (1958-1960), Bupati Paulus Samador da Cunha (1960-1967), Bupati Laurensius Say (1967-1977), Bupati Drs. Daniel Woda Pale (1977-1988), Bupati Drs. A.M Conterius (1988-1993), Bupati Alexander Idong (1993-1998), Bupati Drs. Paulus Moa (1998-2003), Bupati Drs Alexander Longginus – Wakil Bupati Drs Yoseph Ansar Rera (2003-2008), Bupati Drs. Sosimus Mitang – Wakil Bupati Dr. Wera Damianus, M.M (2008-2013), Bupati Drs Yoseph Ansar Rera – Wakil Bupati Drs Paulus Nong Susar (2013-2018), Bupati Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos-Wakil Bupati Romanus Woga (2018-2023).

Keterangan Foto Berita : Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo , S.Sos

Noven│Aurel Do’o│Redpel-Indra