Wartawan Nagekeo Sesalkan Kadis Kesehatan Berlindung Dibalik Kebaikan Bupati

WBN NTT │Perbuatan Tidak Terpuji Oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mengusir para wartawan saat hendak mengkonfirmasi satu ODP (Covid-19) meninggal dunia, sebagaimana diberitakan sebelumnya, masih menyisahkan kekecewaan besar untuk awak media atau wartawan di Kabupaten Nagekeo Pulau Flores.

Dikabarkan, Bupati Kepala Daerah Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Johanes Don Bosco Do secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah awak media yang mendapat perlakuan tidak etis oleh Oknum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, sebagaimana viral diberitakan para media dalam negeri.

Akun resmi Pemda Nagekeo merilis pertemuan Bupati dr. Johanes Don Bosco Do bersama sejumlah awak media di Kabupaten Nagekeo, Flores pada tanggal 18 April 2020. Pada akun resmi Facebook Pemerintah Kabupaten Nagekeo (18/4/2020), foto pertemuan sejumlah jurnalis bersama Bupati dr. Johanes Don Bosco Do termuat materi pembicaraan terkait peristiwa Oknum Kadis Kesehatan dengan para Wartawan.

Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo atau disingkat Arjuna, Doni Moni melalui sambungan telepon (19/4/2020) mengungkapkan sesungguhnya tidak ada persoalan antara para wartawan dengan Bupati Nagekeo, dan hubungan kemitraan dengan Pemerintah Daerah Nagekeo berjalan baik-baik saja, hanya dengan oknum Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo yang mengusir wartawan ketika para jurnalis hendak mengkonfirmasi berita, insiden itu merupakan problem antara para wartawan dan oknum Kadis Kesehatan setempat.

“Dalam pertemuan dengan Pa Bupati, kami sampaikan secara terbuka bahwa tidak ada permasalahan dengan Pemda dan Pa Bupati. Hubungan kemitraan baik-baik saja. Yang harus minta maaf adalah oknum Kepala Dinas Kesehatan, bukan dititipkan kepada pihak lain. Kami menghargai Pa Bupati, dan bentuk penghargaan kami adalah dengan menghadiri undangan untuk bertemu. Namun, oknun yang berbuat mengusir kami wartawan lah yang harusnya tau diri dalam persoalan ini, jangan berlindung di balik kebaikan Kepala Daerah”, ungkap Crew TVRI NTT Biro Nagekeo, yang juga sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Doni Moni.

Hal senada disikapi oleh para wartawan lainnya yang bertugas di Kabupaten Nagekeo Pulau Flores, NTT. Wartawan Pos Kupang, Gordi melalui tanggapan nya atas pertemuan menilai Okum Kadis Kesehatan jangan merasa karena Bupati Nagekeo berinisiatif baik dalam kemitraan maka kesempatan itu diambil untuk berlindung dibalik kebaikan hati Kepala Daerah. Harus ada rasa tanggungjawab pribadi atas perbuatan yang sudah bertindak tidak terpuji terhadap kemitraan, pers di daerah.

Rangkuman WBN NTT (19/4/2020), seperti dilansir NTT Pembaruan.Com, Usir Wartawan, Sekda Nagekeo ungkap “Saya Sangat Kecewa dengan Sikap Kadiskes Nagekeo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, Lukas Mere sangat kecewa dengan sikap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Nagekeo, dr. Ellya Dewi yang mengusir rekan-rekan wartawan saat menanyakan perkembangan kasus Covid-19 dan meninggalnya satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari Kecamatan Nangaroro di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nagekeo.

“Saya sangat kecewa sekali dengan etika yang tunjukan Kadis Kesehatan Kabupaten Nagekeo, dr. Ellya Dewi kepada rekan jurnalis. Seharusnya, dia (dr. Ellya Dewi,red) menerima rekan-rekan jurnalis dan memberikan keterangan pers secara baik-baik karena yang bisa memberikan keterangan terkait perkembangan Covid-19 dan meninggalnya satu ODP itu hanyalah mereka yang paham tentang ilmu medis,” kata Mere kepada wartawan di Mbay, Sabtu (18/4/2020), dikutip NTT Pembaruan.Com.

Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Doni Moni perbuatan Oknum Kadis Kesehatan Nagekeo mengusir para wartawan belum berakhir karena oknum dinilai kurang bertanggungjawab atas perbuatannya dan terkesan berlindung dibalik kebaikan hati dan niat baik Kepala Daerah Bupati Nagekeo dalam kemitraan dengan Pers*.

Telepon Cabang Redaksi media ini tanggal 19 April 2020 melalui nomor Kontak Kadis Kesehatan Nagekeo 085 211 214 XXX belum direspon guna wawancara langsung per telepon atas kejadian viral disebut menolak sejumlah wartawan saat konfirmasi berita di Nagekeo, sebagaimana rilis lengkap Asosiasi Wartawan Nagekeo dalam kabar sebelumnya*.

Foto Berita : Para Wartawan di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores

Tim WBN NTT│Aurel Do’o│Redpel-Indra