Bupati Flores Timur Uraikan Dana Daerah Rp.14 Milyar Penanganan Covid-19

WBN NTT │ Bupati Flores Timur, Provinsi NTT, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST dalam Pembukaan Musrenbang Kabupaten Flores Timur (Flotim, Jumad 17 – 18 April 2020), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menguraikan berbagai pokok persoalan serta evaluasi, arahan, motifasi dan seruan perubahan guna peningkatan kinerja pelayanan publik Pemerintah Daerah Flores Timur kepada masyarakat, termasuk penanganan masalah Covid-19 Coronavirus.

Dirangkum Pers Warisan Budaya Nusantara, Biro Redaksi NTT dari Master Video Conference, Kantor BP4D Flores Timur, sejumlah catatan penting terkait anggaran Rp. 14.000.000.000 (Empat Belas Milyar Rupiah) Pemda Flores Timur untuk penanganan Covid-19 digambarkan oleh Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.

“Masih ada kecenderungan untuk mendapatkan peluang anggaran, namun setelah mendapat alokasi anggaran, kurang memberikan hasil yang bermanfaat pada perubahan indikator pembangunan. Maka system koordinasi lintas sektor, baik atasan dan bawahan, antara sesama pemimpin dan kepala, dalam melaksanakan kinerja pembangunan harus dievaluasi secara menyeluruh dan harus terbentuk pola koordinasi yang sehat dan benar, agar dapat merealisasikan berbagai tugas pekerjaan secara lebih baik dan bermanfaat kepada masyarakat”, tandas Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.

Koordinasi dan kebersamaan yang ditunjukan pada forum bermartabat seperti Musrenbang, ini harus benar-benar dibuktikan dalam kerja nyata yang berkualitas, sebagai wujud pengabdian pada Lewotana Flores Timur tercinta.

Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST menguraikan, bahwa kondisi wabah Covid-19, secara nyata telah menyebabkan sejumlah pergeseran dalam system tata kelola pembangunan baik tingkat pusat maupun daerah.

Untuk Kebupaten Flores Timur, sejumlah kegiatan telah disepakati untuk dihentikan. Berikutnya, jumlahnya sebesar Rp.14 Milyar, terang Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST, disepakati untuk penanganan masalah Covid-19.

“Dengan 14 Milyar itu, kita gunakan sampai dengan Bulan Oktober 2020. Setiap Kecamatan ada perbedaan alokasi, ada sejumlah Kecamatan dengan aktifitas tinggi, Adonara Timur misalnya, itu aktifitas tinggi. Semuanya akan dievaluasi secara benar oleh Gugus Tugas. Dana ini tidak untuk dibagikan kemana-mana, tetapi untuk operasional di gugus tugas. Sebesar Empat Belas Milyar Rupiah itu tidak untuk kita bagi kemana-mana, tidak untuk kita bagi ke semua Desa. Dan Dana Lima Belas Juta kepada para Camat, itu untuk operasional di gugus tugas. Ingat ya, itu menjadi bagian dari evaluasi nantinya. Misalnya, di suatu wilayah ada pendatang baru atau Pelaku Perjalanan, kita lakukan pengawasan, ada uang lelah harian disitu, ada uang transport disitu. Bulan depan seperti apa, atau kah mengalami perubahan-perubahan, kita terus berproses dengan baik, terukur dan benar”, ungkap Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.

Dijabarkan, dari Anggaran Empat Belas Milyar Rupiah, Enam Milyar Rupiah untuk Penanganan Kesehatan, termasuk untuk Operasional Penanganan Kesehatan.

Dua Milyar Rupiah diperuntukan Persoalan Ekonomi. Enam Milyar Rupiah sisahnya, untuk Jaring Pengaman Sosial.

“Satu model yang akan dilaksanakan di Kabupaten Flores Timur adalah model yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Yakni Bantuan Langsung Tunai. Terimakasih kepada Pemerintah Pusat karena telah menganggarkan BLT untuk 15.700 orang di Kabupaten Flores Timur yang akan menerima Rp.600. 000 per bulan selama April, Mei, Juni 2020. Terimakasih juga kepada Gubernur NTT yang telah menganggarkan Jaring Pengaman Sosial. Dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga akan membuat hal yang sama. Dua Ribuan KK akan diberikan BLT oleh Pemkab Flores Timur dari pembagian anggaran Empat Belas Milyar yang disepakati bersama”, urainya.

Sementaraitu, terkait steril di rumah, Pemda Flores Timur menghimbau, jika ada hal penting yang harus dilaksanakan di luar rumah, harus ada standar yang wajib diikuti, diantaranya menjaga jarak, kurangi kerumunan dan lain-lain.

Pemda Flotim, lanjut Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST, juga akan membagi porsi dana dari empat belas milyar tersebut untuk terbagi secara terukur guna membeli masker.

Lebihlanjut, Dinas terkait telah diperintahkan dan sudah bekerja koordinasi dengan para penjahit lokal dan sesuai informasi, secara bergotong-royong siap memproduksi masker dari bahan lokal dengan harga jual terjangkau, kisaran Rp 5000 sampai Rp. 10.000 per masker.

Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST juga secara tegas mengumumkan, tidak boleh ada bagian dari Pemerintah Flores Timur yang tanpa sepengetahuan Bupati mengajukan proposal kemana-mana. Berikutnya, seluruh Gugus Tugas, setiap masukan bantuan sekecil apa pun dan atau sebesar apa pun, itu harus dicatat secara baik dan benar, dan harus dipertanggungjawabkan.

Pemda Flores Timur akan segera melakukan persiapan demi persiapan tambahan untuk tahab berikutnya, apabila Covid-19 sampai Bulan Oktober 2020 belum selesai”, tandas Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.

Keterangan Foto Berita : Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.

Tim WBN NTT │HH – Aurel Do’o │Redpel-Indra