Perkuat Ukhuwah Makhluqiyah Jadi Tema Halal Bi Halal Virtual UIN Alauddin Makassar

Makassar-Keluarga besar UIN Alauddin Makassar menggelar Halal bi Halal virtual dengan mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Makhluqiyah Menghadapi Pandemi Covid 19” via aplikasi zoom meeting, Kamis (28/5/2020).

Hadir dalam acara tersebut seluruh unsur pimpinan universitas dan fakultas, para ketua jurusan, ketua lembaga, para dosen, pegawai serta tenaga harian UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang senantiasa aktif bersinergi dan berkontribusi selama pandemi covid 19, khususnya di lingkup UIN Alauddin Makassar.

Adapun tema, lanjut Prof Hamdan, merupakan pengembangan dari konsep persaudaraan yang selama ini dipahami, yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Thib Raya menyampaikan bahwa ukhuwah makhluqiyah adalah rasa persaudaraan dengan seluruh makhluk Allah yang ada di bumi ini.

Karena itu, sambung Prof Thib, cakupan ukhuwwah makhluqiyaah itu sangat luas, mencakup ukhuwwah makhluqiyyah basyariyah (dangan manusia), ukhuwwah makhluqiyyah hayawaniyyah (hewan), ukhuwwah makhluqiyyah nabatiyyah (tumbuh-tumbuhan) dan ukhuwwah makhluqiyyah jamaadiyyah (benda mati).

Namun, kata Prof Thib, ia memfokuskan uraiannya pada aspek ukhuwah makhluqiyah basyariah.

“Prinsip dalam memperkuat ukhuwwah makhluqiyyah basyariyyah itu, yaitu: Pertama, Bahwa manusia dengan manusia lain adalah bersaudara karena berasal dari ayah-ibu yang sama. Kedua, Bahwa manusia dengan manusia yang lain bagaikan sebuah bangunan, yang saling mendukung satu sama lain. Ketiga, Bahwa manusia dengan manusia yang lain bagaikan sekujur badan. Keempat, Bahwa bahwa manusia harus saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Dan kelima, bahwa manusia harus saling membantu dan menolong satu sama lain” terangnya.

Prof Thib menambahkan bahwa prinsip-prinsip itulah yang mendorong seseorang untuk memberdayakan yang lemah.

“Bentuk pemberdayaan itu, misalnya, pertama, memberikan bantuan yang bersifat materi, kedua, memberikan bantuan dalam bentuk moral atau spiritual, seperti pengetahuan dan keterampilan, dan ketiga, melakukan silaturrahim atau menjaga hubungan yang baik di antara sesama” tutup Pgs Rektor UIN Alauddin tahun 2015 tersebut.

Acara tersebut berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA dengan disertai sesi interaktif. Hingga akhir acara, halal bi halal virtual tersebut tercatat dihadiri 500-an peserta.

Reporter Heri