Pasar Koja Baru Gunakan Sistem Ganjil Genap Bagi Pedagang Non Pangan

Jakarta-Utara, WBN – Menjelang dibukanya kembali pasar non pangan pada 15 Juni mendatang. Pasar Koja Baru akan memberlakukan sistem ganjil genap kepada pedagang yang menjual produk non pangan. Manager Area 14 Pasar Koja Baru, Ersityarini menjelaskan, pedagang akan diperbolehkan membuka kiosnya sesuai nomor kios dan tanggal hari itu.

“Saya sudah buat surat edarannya dan besok akan ditempel di setiap kios tentang pengaturan jadwal operasional kios yang menggunakan sistem ganjil genap sesuai Pergub dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi,” ungkap Ersityarini saat ditemui di Pasar Koja Baru, Kamis (11/6).

Ia akan memberikan pilihan kepada pemilik 2 kios untuk membuka di tanggal ganjil atau genap. “Jika ada 2 kios maka saya minta dia untuk pilih salah satu jadi satu hari mereka akan buka kemudian besoknya tutup supaya ada jarak dimasing-masing lokasi kios. Dengan sistem ganjil genap ini saya minta kerjasamanya dengan pedagang untuk mematuhi aturan tersebut dan ikut monitor kiri dan kanannya,” ujarnya.

Bahkan sanksi teguran dan penutupan kios akan diberlakukan apabila ada pedagang yang melanggar aturan. “Awalnya akan kita akan berikan teguran kalau masih mengulangi kesalahannya maka dilakukan penutupan kios. Dengan kondisi seperti ini semuanya harus sama-sama menyadari bahwa ini bukan hanya kepentingan kita saja tapi untuk semua dengan harapan bisa mencegah penyebaran COVID-19 di area pasar.

Dengan dibukanya kembalinya kios yang menjual produk non pangan maka jumlah pengunjung pasar akan meningkat. Untuk mengantisipasi hal itu, pengelola Pasar Koja Baru sudah mempersiapkan tempat cuci tangan di pintu masuk pasar kemudian rutin melakukan penyemprotan disinfektan di setiap minggunya. “Semua harus menggunakan masker dan menjaga jarak saat melakukan aktivitas di area pasar agar terhindar dari resiko penularan COVID-19,” tambahnya. Reporter (Ahmad FG)