Forkopimko Jakut Pantau Pelaksanaan Protokol Kesehatan Di Posko PPDB

Jakarta-Utara, WBN – Posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara yang berlokasi di SMKN 12 Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok menerapkan prosedur protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan dilengkapi sabun cair didepan pintu masuk, menjaga jarak fisik dan menggunakan masker.

Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Komandan Kodim 0502 JU, Kolonel Kav Tri Handaka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara mengapresiasi kesiapan Posko PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PPSB) transisi.

“Hari ini, Forkopimko Jakarta Utara melaksanakan monitoring di Posko PPDB Wilayah I Jakarta Utara dan SDN Rawa Badak Utara 01. Sejauh pengamatan kami di kedua sekolah itu, penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19 sudah dikerjakan dengan baik,” jelas Sigit Wijatmoko di SDN Rawa Badak Utara 01, Senin (15/6).

Ia mengungkapkan, Posko PPDB di SMKN 12 Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah resiko penularan COVID-19 seperti meminimalisir arus pelayanan dengan satu akses, pengaturan akses masuk dan keluar tidak di area yang sama, pengukuran suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker dan menjaga jarak fisik.

“Apa yang sudah dipersiapkan hingga akhir nanti diharapkan bisa berjalan dengan baik. Warga yang mengalami kendala dalam proses PPDB seperti aktivasi NIK dan lainnya bisa mendapatkan pelayanan di Posko PPDB. Terkait dengan status kependudukan kami juga mengintegrasikan personil Sudin Dukcapil Jakarta Utara di posko tersebut.

Sedangkan Jakarta Utara menyiapkan dua lokasi Posko PPDB yaitu SMKN 12 Jakarta wilayah I dan SMPN 30 wilayah II. Hadirnya Posko PPDB diharapkan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi saat proses PPDB secara online berlangsung. “Saya kesini mau mengurus aktivasi NIK untuk anak saya yang mau daftar sekolah di SMP Negeri. Saat masuk gerbang sekolah langsung disuruh cuci tangan pakai sabun terus dicek suhu badannya baru diperbolehkan masuk dan antriannya pun harus jaga jarak jadi tertib,” ujar Susilawati, warga Tanjung Priok. Reporter ( Ahmad FG )