Budi Arie Setiadi: Desa Pantai Bahagia potensi Wisata Bahari

WBN, Muara Gembong, Kab.Bekasi – Budi Arie Setiadi selaku Wakil Mentri Desa ( Wamendes) dari Kementrian Pemukiman Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia gelar Kunjungan Kerja (kunker) Desa Perikanan yang berlokasi di Desa Pantai Bahagia , Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.(10/07)

 

Program kementrian yang dibawakan ini dalam konsep Peninjauan Pelelangan Ikan dan Pelepasan Benih Ikan Bandeng. Giat ini dilakukan di dua lokasi yaitu peninjauan pelelangan ikan di lakukan di Muara Bendera dan pelepasan benih ikan bandeng dilakukan di tambak dekat kediaman Dirut Bumdes Mahmud.

Kedatangan Wamendes beserta tim dari kementrian disambut hangat oleh Camat Muara Gembong Drs. H. Lukman Hakim Ap.Mm, Kepala Desa Pantai Bahagia Maman Suryaman, Sekretaris Desa Pantai Bahagia Ahmad Kurtubi, AKP. Ahmadi mewakili Kapolres Metro Bekasi, Kapolsek Muara Gembong Syaiful Anwar SH, Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Dra. Ida Farida M.Si, Kapt. Sunu Wardoyo Danramil Muara Gembong, unsur muspika kecamatan beserta segenap perangkat Pemerintahan Desa Pantai Bahagia.

Turut hadir pula Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Kabupaten Bekasi Rosdiana beserta anggota perwakilan masing-masing bidang, yang bertugas mengawal jalannya pelaksanaan Kunjungan Kerja Desa Wamen Budi Arie Setiadi di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong.

 

Giat diawali dengan melakukan peninjauan pelelangan ikan yang berada di Muara Bendera. Yang mana akses menuju ke lokasi tersebut menggunakan perahu. Sementara jarak tempuh dari titik lokasi awal datang menuju ke lokasi pelelangan ikan kurang lebih sepanjang 5 kilometer.

 

Menurut Budi Arie Setiadi, melihat pergerakan ekonomi dari para nelayan di Muara Bendera Desa Pantai Bahagia tetap bergairah tetap bersemangat semasa Pandemi Covid19 ini, kita berharap mudah-mudahan dengan terus bekerja keras dan semangat kita yakin desa-desa di seluruh Indonesia khususnya desa nelayan bisa menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional pasca Pandemi Covid19, Desa Maju Indonesia Maju.

Kemudian setelah pelepasan benih bandeng oleh Wamendes, diteruskan dengan ishoma, acara dilanjutkan kembali dengan sambutan-sambutan dan tanya jawab atau diskusi antar Wamendes dengan para tokoh nelayan dan tokoh masyarakat Desa Pantai Bahagia.

 

Sambutan pertama diawali oleh Kades Pantai Bahagia yang diwakili oleh Sekdes Ahmad Kurtubi, yang menyatakan bahwa desa Pantai Bahagia ini memiliki banyak pesona eksotis untuk dijadikan tempat wisata, mengingat begitu banyaknya para pengunjung untuk menikmati tempat tersebut setiap bulannya kurang lebih seribu orang. Belum lagi makanan hasil lautnya (seafood) yang sangat segar dengan harga terjangkau pula.

 

Dan Drs. Ida Farida yang mewakili Bupati Eka Supria Atmaja saat itu turut menambahkan, wakil Mentri desa sudah melihat langsung kondisi dari Desa Pantai Bahagia dengan seluruh resources atau sumber daya yang ada, yang sebenarnya ini sangat potensial sekali untuk dikembangkan dari konsep pariwisatanya dan sebagainya. Dan untuk potensi-potensi yang ada di wilayah Desa Pantai Bahagia ini, akan dikoordinasikan bersama pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi. Juga termasuk infrastruktur menuju Desa Pantai Bahagia yang merupakan akses jalannya juga akan diperhatikan, sehingga mewujudkan Desa Pantai Bahagia sebagai salah satu desa Wisata.

 

Sementara itu dilokasi yang sama Wamendes Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa di Desa Pantai Bahagia harus didirikan tower dua titik, supaya bisa menjadi Desa Digital, salah satu fungsinya agar penjualan hasil dari nelayan dapat dijual secara online, dan itu bisa meningkatkan penghasilan masyarakat desa. Karena potensi desa ini untuk menjadi Desa wisata bahari sungguh sangat luar biasa, tinggal kita pikirkan akses jalannya. Mungkin pengunjung bukan hanya seribu melainkan bisa sepuluh ribu perbulannya untuk mengunjungi desa ini.

Selanjutnya terkait Bumdes. Kami juga akan mendorong market dari luar untuk membeli produk-produk bumdes Desa Pantai Bahagia. Yang mana kami sudah melihat adanya hasil produktifitas dari aktifitas bumdes disini, yaitu pengolahan dari bahan dasar buah mangrove.

 

Masih menurut Wamendes, status Desa Pantai Bahagia masih berkembang. Karena menurut skala di Indonesia itu ada lima status desa sesuai dengan indeks desa membangun, yaitu tanah tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, mandiri. Dan kita harus jadikan Desa Pantai Bahagia dalam dua atau tiga tahun kedepan harus menjadi desa maju.

 

“Ada tiga komponen untuk menjadikan desa maju menurut Budi, yang pertama harus ada anak mudanya, yang kedua sumber daya manusianya harus inovatif dan kreatif, dan yang ketiga harus ada partisipasi dari masyarakatnya. Seluruh warga harus ikut serta dalam pembangunan, tidak boleh hanya berdiam diri saja, apalgi hanya menjadi penonton, tutup Budi Arie Setiadi.

 

(Ayu M | redpel ndra)