Kuasa Hukum Anggap Banyak Fakta Yang Terkuak Dalam Persidangan Pembebasan Lahan di Tamalanrea

Makassar,WBN- Dalam kesaksian para saksi dari pihak tergugat Dg Baso selaku penggarap tanah adat milik dari I Nannu Karaeng Lakiung sesuai yanng diungkap para saksi, mengungkap banyak fakta terkait lahan yang dibebaskan. Hal itu terungkap pada persidangan gugatan pembebasan lahan di Pengadilan Negeri Makassar, pada Kamis, (6/08/2020).

Dalam menguatkan kesaksian tergugat, pihak saksi yang hadir dalam persidangan yaitu Mantan Camat Biringkanaya, Syamsir yang juga salah satu turunan, dan juga ketua dewan adat sekaligus Plt Raja Tallo yang ke-19.

Kesaksian dari tiga saksi yang hadir dalam persidangan membenarkan bahwa, Tanah yang terletak di Kecamatan Tamalanrea saat ini adalah benar milik I Nannu Karaeng Lakiung, mulai dari pintu masuk didepan BTP atau jalan Perintis Kemerdekaan hingga masuk di jalan Ir.Sutami Tol.

“Saya sewaktu menjadi camat di biringkanaya pernah membaca secara lontara pada saat itu karena dulu sebelum pemekaran itu adalah daerah Kab.Maros dan setelah itu dilakukan pemekaran dan menjadi bagian Kota Makassar dan masuk dalam wilayah saya saat itu, dan juga sekarang sudah masuk di Kec.Tamalanrea. Dalam surat itu saya membaca bahwa tanah itu benar atas nama I Nannu Karaeng Lakiung dan juga saya pernah melihat rincik itu atas nama I Nannu Karaeng Lakiung”,jelas Andi Parengrengi, Mantan camat di biringkanaya.

Ditambahkan juga bahwa pihak dewan adat kerajaan tallo ungkap bahwa, itu tanah adat yang menjadi pembebasan adalah memang Milik I Nannu karaeng Lakiung, dan digarap oleh Dg Baso. Maka yang diakui oleh dewan adat adalah memang benar Dg Baso Adalah salah satu penggarap di lahan adat milik I Nannu karaeng Lakiung.

“Saya selaku pemangku adat dan juga dewan adat sekaligus Plt Raja Tallo mengakui bahwa memang benar bahwa Baso Adalah Penggarap dari I Nannu Karaeng Lakiung yang tak memiliki turunan dan hak tersebut jatuh pada ahli warisnya yaitu saudaranya sendiri dan sekarang di garap oleh Dg Baso sendiri”,jelas Andi Iskandar Esa Dg Pasore.

Dari fakta yang terkuak itu, Pihak Kuasa Hukum Kerajaan Tallo anggap ini adalah beberapa fakta yang kuat dengan dasar kepemilikan lahan yang sekarang menjadi gugatan pembebasan.

“Dari keterangan saksi itu kami anggap sudah jelas bahwa memang Dg Baso berhak atas pembebasan tersebut, karena ia adalah penggarap di atas lahan adat milik I Nannu Karaeng Lakiung yang dikuatkan oleh para saksi termasuk Ketua Dewan Adat Kerajaan Tallo sendiri”,jelas Rahmat, S.H. selaku Kuasa Hukum.