Pemdes Sukadaya Dampingi Petugas Kantor Pos, Salurkan BST Tahap VI, Ini kata Sartija

 

WBN, Sukawangi ~ Penyaluran Bantuan Sosial Tunai yang bersumber dari Kementrian Sosial  (BST KEMENSOS), kembali digelar oleh  Pemerintah Desa Sukadaya Kecamatan Sukawangi, diaula Kantor Desa.

” Ini adalah kali ke enam, pemdes Sukadaya ( Kepala Desa, Staff Desa, Muspika Desa, dan BPD) mendampingi petugas Kantor Pos Indonesia dalam menyalurkan bantuan sosial tunai dari Kemensos,” jelas Sartija Arizona Kepala Desa Sukadaya  diruang kerjannya. ( Jumat, 18/9/3020)

”  BST ini kan merupakan BST lanjutan , yang mana tiap KPM  menerima satu bulan nya Rp. 300.000. selama tiga bulan terhitung  sejak Bulan Juli sampai dengan September 2020. Untuk  bulan Juli dan Agustus (tahap empat dan lima) penyalurannya digabungkan.Tiap KPM saat itu  langsung diberikan sebesar Rp.  600.000, sedangkan hari ini adalah tahap enam, hanya sebesar Rp. 300.000,

BST yang sebelumnya hanya mendata warga sebanyak 618 kepala keluarga, kini menjadi 640 kepala keluarga. Ada tambahan kurang lebih 22 orang kepala keluarga.

Menurut Ketua BPD Nawar Suharyadi, “kami mendapat laporan ada beberapa kepala keluarga yang belum tersentuh mendapatkan bantuan sosial ini, maka dari itu kami sesegera mungkin menginput data mereka untuk mendapatkan BST ini” jelasnya.

Hal ini juga diperkuat oleh keterangan dari Kepala Desa . Ini merupakan kebijakan dari pihak pemdes agar semua warga bisa menikmati bantua tersebut.

Karena kami, pihak pemdes Sukadaya terus berusaha semaksimal mungkin untuk menyalurkan atau mendistribusikan segala jenis bantuan untuk seluruh warga masyarakat Desa Sukadaya.

“Dan sejauh ini Alhamdulillah semua jenis bantuan bisa tercover dengan baik untuk warga masyarakat Sukadaya,” tambahnya.

“Saya tetap menghimbau kepada masyarakat desa Sukadaya ini,  minimal menggunakan masker saat bepergian keluar rumah.  Adanya perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diinstruksikan oleh Bupati Eka Supriatmaja ini karena adanya pemantauan bahwa penularan Covid19 diKabupaten Bekasi masih riskan” pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi, giat yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 Wib berakhir menjelang manghrib, pukul 18.00 wib. Namun semua berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

(Ayu) | redpel ndra