Sikap DPD Projo Jabar terkait Demo Anarkis dan Penolakan UU Cipta Kerja oleh RK Gubernur Jabar

 

WBN, Bandung – Dewan Pimpinan Daerah Projo Jawa barat mengeluarkan pernyataan sikapnya mengenai demo yang berlangsung serempak dibeberapa daerah terkait penolakan uu cipta kerja.

Ketua DPD Projo Bpk.Djoni Suherman menyatakan bahwa sangat disayangkan demo Buruh dan mahasiswa berujung anarkisme secara serempak dimana mana dan meminta aparat Kepolisian untuk mengungkap Aktor Intelektual dibelakang semua aksi Anarkisme. Demo Buruh dan Mahasiswa sudah biasa terjadi dan aman aman saja hanya yang sekarang berbeda dengan ditumpangi oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan Anarkisme.

Lebih lanjut Djoni Suherman menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil sangat disayangkan dengan menyatakan menolak UU Cipta Kerja setelah menerima aspirasi Pendemo yang dianggap terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan etika pemerintahan.

Tiga point pernyataan sikap DPD Projo jabar sangat jelas dan Tegas :

1. Mengutuk keras Aksi demo Anarkis dan meminta pihak berwajib mengungkap Aktor intelektual dibalik aksi tersebut.

2. Terkait sikap Gubernur Jabar yang sudah menolak UU Cipta Kerja dan mengeluarkan surat Resmi atas nama Pemprov jabar serta menandatanganinya sendiri artinya Gubernur Jabar sudah “melegalkan” penolakan UU Cipta Kerja yang sudah di “Sah” kan oleh DPRRI di Jawa Barat.
“Pemprov itu satu kesatuan dengan Pemerintah Pusat seharusnya mendukung dan memperkuat UU Cipta kerja bukan malah menentang dan melegalkan penolakan” tegas Djoni Suherman.

Dengan kata lain Ini menunjukan bahwa Ridwan Kamil menyatakan membangkang dan face to face melawan terhadap Pemerintah dan DPRRI serta 7 Partai Pendukung UU Cipta Kerja ini merupakan hal serius yang harus segera disikapi dan menjadi perhatian Mendagri indikasi terjadinya insubkordinasi dg Pemerintah Pusat dan sudah seharusnya Mendagri memberikan sangsi sesuai perundang undangan yang berlaku.

3. DPD Projo Jabar menyayangkan terjadinya Demo disaat situasi Pandemi Korona dimana saat terjadinya bencana Nasional Bahkan Internasional semua tenaga pikiran sedang dicurahkan untuk mengatasi bencana tersebut untuk menyelamatkan rakyat bangsa ini, kita dihadapkan dengan Demo besar besaran yang bisa menimbulkan cluster cluster baru covid19 dari Acara Demo tersebut yang bisa saja menulari orang orang yang berada dalam rumah /keluarga dari para pendemo tersebut dan akan menyebabkan penularan lebih luas lagi di negeri ini.

Roedjul/wbn | redpel ndra