Pemprov DKI Jakarta Terapkan Lagi PSBB Transisi, Rekreasi Ancol Dibuka Untuk Umum

Jakarta-Utara, WBN – Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara kembali dibuka untuk umum pada hari ini, Senin (12/10/2020). Pembukaan ini menyusul keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali membenarkan, kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol dibuka kembali untuk umum sejak tutup sementara waktu saat masa PSBB, Senin (14/09/2020) lalu.

Unit rekreasi yang dapat dikunjungi wisatawan antara lain kawasan taman dan pantai, Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Allianz Ecopark, Pasar Seni, Putri Duyung Ancol, dan sejumlah restoran serta mitra yang berada di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

“Sedangkan untuk wahana air Atlantis Water Adventures akan dibuka kembali secara bertahap,” kata Syahali dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10/2020).

Tak hanya bagi wisatawan ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta, dipastikannya Taman Impian Jaya Ancol juga menerima kunjungan wisatawan KTP non DKI Jakarta.

Meski begitu, Taman Impian Jaya Ancol hanya dapat beroperasi maksimal 25 persen dari kapasitas pengunjung. Penjualan tiket hanya dapat diakses melalui website resmi www.ancol.com serta pengunjung dibawah usia sembilan tahun dan 60 tahun ke atas tidak diperbolehkan memasuki area rekreasi tersebut.

“Segala kebijakan tetap mengikuti seperti yang sebelumnya namun yang berbeda kali ini, kami menerima kunjungan wisatawan yang ber-KTP Non DKI,” jelasnya.

Untuk menunjukkan komitmen dalam mencegah penularan Covid-19, diterangkannya Taman Impian Jaya Ancol secara konsisten menerapkan protokol kesehatan mulai dari penyediaan fasilitas wastafel, hand sanitizer, alat pengukur suhu, penyemprotan prasarana dengan disinfektan hingga penyediaan papan informasi kesehatan.

Wisatawan pun disarankan untuk membekali diri dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, membawa alat ibadah dan hand sanitizer pribadi.

“Himbauan juga terus dilakukan melalui petugas maupun papan informasi agar semua wisatawan menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini perlu dilakukan agar seluruh pengunjung yang datang tetap senang dan juga selamat bareng bareng,” tutupnya. Reporter (Johan Sopaheluwakan)