ASN Jakut Dibekali Ilmu Pencegahan Tindakan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan 

 

WBN, Jakarta- Utara – Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman membuka kegiatan penyuluhan pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (21/10).

Acara penyuluhan tersebut berlangsung secara virtual yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta dan diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan dari kecamatan, kelurahan dan unit terkait.

 

“Berbagai peraturan dibuat untuk melindungi perempuan dan anak tetapi kasus kekerasan bukan menurun melainkan terus bertambah karena berbagai faktor seperti lingkungan, kondisi ekonomi dan sebagainya. Kasus kekerasan ini hampir terjadi disetiap daerah salah satunya di DKI Jakarta,” ungkap Wawan.

 

Ia menegaskan, ada beberapa jenis kekerasan diantaranya psikis, fisik, seksual dan penelantaran. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu disikapi dengan serius. “Tindakan konkret dengan memaksimalkan pencegahan dan saluran pusat pengaduan bagi kasus kekerasan terhadap anak. Hal ini perlu ditingkatkan pada sisi kesadaran dan komunikasi mengenai layanan, baik pemberitaan rutin maupun upaya-upaya advokasi,” terangnya.

 

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak harus direspon dengan memastikan penanganan kasus terintegrasi dengan respons layanan kesehatan dan rumah aman yang memadai. Akses layanan kesehatan dan rumah aman dibutuhkan bagi korban maupun penyintas kekerasan agar memperoleh pemulihan secara psikososial, terhindar dari ketidakstabilan dalam rumah tangga maupun ancaman kehilangan tempat tinggal bagi penyintas kekerasan.

“Di Jakarta Utara memiliki dua pos pengaduan P2TP2A yang berada di Rusunawa Marunda dan Rusunawa Muara Baru. Kami harap dengan adanya penyuluhan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, kita dapat berbagi ilmu dan pengalaman agar kedepan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat segera teratasi,” ujarnya. Reporter (Ahmad FG) | redpel ndra