Keserasian Sosial Tahap-I Keude Birem di Gelar, Ini Rencana Pembangunannya

Aceh Timur – Kegiatan Sarasehan Keserasian Sosial Tahap I tahun 2020 dalam rangka persiapan pembangunan pagar Masjid Istiqamatuddin, yang terpusatkan di Aula Gampong Keude Birem, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (21-10-2020).

Dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Dinas Sosial yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Saharani, S.Ag, MA, mengatakan bahwa pada hakekatnya keserasian sosial merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat di optimalkan mencegah adanya konflik di tingkat hulu (akar rumput).

Keserasian sosial juga merupakan proses hubungan sosial dan interaksi sosial yang dinamis antar warga yang menjamin hidup berdampingan secara damai berdasarkan persamaan hak, kewajiban dan tanggung jawab yang di landasi oleh kebersamaan, persaudaraan sejati dan kesetiakawanan, “ungkap Saharani.

Lanjutnya, prinsip dalam keserasian sosial di antaranya adalah efektif, efesien, transparan, akuntabel dan partisipatif.

Keserasian sosial juga bermakna berkaitan dengan proses mewujudkan kehidupan dan penghidupan sosial yang harmonis antar warga dan bermakna pula serangkaian kegiatan yang di arahkan untuk mewujudkan tujuan terpeliharanya perdamaian secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Nilai-nilai yang mendukung keserasian sosial adalah pertama ; mengandalkan kekuatan lokal, prakarsa dari bawah tumbuh berkembang dari proses inisiasi masyarakat lokal.

Kedua, mengoptimalkam sumber daya lokal. Ketiga, memperkuat kepemimpinan lokal. Ke empat, memperkuat kepranataan lokal sebagai wadah pertukaran komunikasi informasi edukasi persuasi antar warga yang berbeda sekaligus sebagai agen keserasian sosial di tingkat hulu.

Kelima, mengoptimalkan proses dan mekanisme lokal. Keenam, mengandalkan ketrampilan lokal sebagai sebagai tekhnologi pencegahan konflik lokal.

Ketua Forum Keserasian Sosial Gampong Keude Birem Faisal Azmi, ST juga menambahkan bahwa, potensi konflik sosial sering terjadi karena dipicu kecemburuan masyarakat atas ketimpangan pembangunan infrastruktur di Desa.

“Potensi rawan konflik sosial di Desa biasanya terjadi dikarenakan ketidakmerataan pembangunan, itu yang bisa memicu konflik, ”ujarnya.

Jadi jika pembangunan dilakukan secara swadaya atau gotong royong. Dia berharap pembangunan itu setidaknya dapat meredam kecemburuan dan konflik di tengah masyarakat. Namun yang menjadi point penting dari kegiatan gotong royong adalah kebersamaan antar warga, “tandasnya.

Melalui Camat Birem Bayeun Zainuddin, SE, masyarakat Gampong Keude Birem mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kementrian Sosial yang telah berkenan membangun pagar Masjid Gampong Keude Birem ini. Dan saya juga berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga bangunan yang telah dibangun ini, agar dapat terpakai dan kita rasakan dengan jangka panjang, “pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 11/Brb yang diwakili Batituud Pelda Saiful . B, Wakapolsek Birem Bayeun Iptu Syarif, Babinsa Keude Birem Sertu Kamino, Bhabinkamtibmas Keude Birem Bripka Chandra . S, Geuchik Gampong Keude Birem Nikmat, Perangkat Gampong, dan Masyarakat setempat.(zainal).