Ditres Narkoba Polda Aceh, Tangkap Bandar Sabu dan Inex Aceh Timur

 

WBN, Aceh Timur – Tim Gabungan Dit Res Narkoba Polda Aceh dan Sat Res Narkoba Polres Aceh Timur meringkus sembilan tersangka yang merupakan komplotan bandar sabu di Jalan Medan Banda Aceh, Desa Matang Pineng, Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur, pada hari Jumat (30/10/2020).

 

Petugas berhasil amankan barang bukti 81 paket sabu seberat 81.000 gram atau 81 kg yang dibungkus teh cina warna hijau, sepuluh bungkus pil inek warna hijau berisikan 5.000 butir, sepuluh bungku pil inek warna oren berisikan 5.000 butir.

 

Sementara sembilan tersangka yang ditangkap yakni, Su alias Abeng, usia 39 tahun, wiraswasta, warga Dusun. Sunggal Kanan, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang (Sumut), MN, udis 23 tahun, nelayan, warga Dusun Nebok Ulim, Ds. Bantayan, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur, AB, usia 23 tahun wiraswasta, warga Gampoeng Mutia, Kec. Langsa Kota, Kota Langsa, AS,usia 33, tahun wiraswasta, warga Ds. Alue Bugeng, Kec. Peureulak Timur, Kab. Aceh Timur.

 

Selanjutnya, Na, 25, wiraswasta, Ds. Alue Bugeng, Kec. Peureulak Timur, Kab. Aceh Timur, Kh, 25, wiraswasta, warga Ds. Alue Bugeng, Kec. Peureulak Timur, Kab. Aceh Timur, Lu, 35, wiraswasta, Ds. Pondok Pabrik, Kec. Langsa Lama, Kota Langsa, Ib, 35, wiraswasta, Ds. Bantayan, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur, dan Ha, 45, nelayan, warga Ds. Kuala Simpang Ulim, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur. Sedangkan satu tersangka, Jh tewas dalam aksi kejar-kejaran oleh petugas.

 

Informasi yang wartawan himpun di lapangan, diringkusnya komplotna bandar sabu ini berawal pada (29/10) sekir pukul 18:00 anggota Gabungan Dit Res Narkoba Polda Aceh dan Sat Res Narkoba Polres Aceh Timur mendapat informasi dari masyarakat akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dan pil Ekstasi (Inex) dari Kab. Aceh Timur ke Kota Langsa menggunakan mobil Toyota Innova warna putih.

Selanjutnya 24:00 petugas melakukan pengintaian mobil yang membawa narkotika tersebut keluar dari tempat persembunyiannya dan petugas langsung mengikuti dan mengejar mobil tersebut.Setelah dilakukan pengejaran terhadap mobil tersebut, petugas memberikan tembakan peringatan namun mobil tersebut tidak berhenti.

 

 

Kemudian, petugas melakukan penembakan pada mobil yang mengenai pintu samping belakang sopir. Pada saat itu juga mobil Toyota Innova berhenti dan berhasil mengamankan dua tersangka AS dan AB serta ditemukan empat karung narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi (Inex).

 

Hasil keterangan kedua tersangka, masih ada dua Mobil lagi di depan yakni Suzuki Ertiga putih dan Honda Jazz warna hitam yang bertugas sebagai pengintai jalan. Mendapat keterangan dari dua tersangka, tim gabungan melakukan pengejaran terhadap dua unit mobil yang berada di depan.

 

Sesampainya di Jalan Medan Banda Aceh Lampu Merah Kota Idi Rayeuk Tim Gabungan berhasil mengamankan mobil Suzuki Ertiga putih yang dikemudikan Lu, sedangkan tim lainnya melakukan pengejaran Honda Jazz warna hitam dan berhasil diamankan di jembatan Peureulak. Petugas mengamankan dua tersangka Kh dan Na. Kemudian, semua tersangka dibawa ke Polsek Darul Aman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Setelah dilakukan interogasi, tim gabungan bergerak melakukan pengembangan di wilayah Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur. Sesampainya di Ds. Bantayan, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur Tim Gabungan berhasil mengamankan 2 tersangka yakni Ib (bertugas sebagai kurir) dan Jh (telinga boat).

 

Kemudian hasil keterangan dua tersangka tim gabungan menuju ke rumah tersangka MN (kordinator) dan berhasil mengamankannya. Selanjutnya dari hasil keterangan MN, tim gabungan menuju ke Kuala Simpang Ulim yang pada saat itu berhasil mengamankan Ha (pemilik boat) sedangkan tekong boat, Ab berhasil melarikan diri.

Sedangkan saat dilakukan penangkapan satu tersangka Jh meninggal dunia akibat terkena tembakan. Saat ini sembilan tersangka diamankan di Polres Aceh Timur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

 

Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait penangkapan komplotan bandar narkotika tersebut di hubunggi Humas Polda Aceh melalui wanya tidak ada jawabannya.(zainal | tim WBN)