FAKSI Dukung Rencana Pendirian Universitas Aceh Timur, Tapi Jangan Jadi Komoditas Politik

 

Aceh Timur – Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, menyatakan konsistensi dan dukungannya pada rencana pendirian kampus atau sebuah universitas di Aceh Timur. Hal itu menurut Ronny sangat dibutuhkan sebagai sarana pembangunan peradaban budaya intelektual Aceh Timur yang lebih tinggi di masa depan.

 

” Kita tetap konsisten mendukung rencana pendirian kampus kapanpun itu, demi terwujudnya peradaban Aceh Timur yang lebih baik di masa mendatang,” kata Ronny, Sabtu 14 November 2020.

 

Namun Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu menegaskan, akan menolak setiap upaya pihak – pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan isu tersebut sebagai komoditas atau keuntungan politik semata.

 

” Niat mendirikan kampus ini harus murni dan berangkat dari niat yang luhur dan tulus, demi generasi dan peradaban Aceh Timur kedepan, sebab nantinya kita akan menolak setiap upaya penggorengan isu berdirinya kampus ini ke ranah politik atau dijadikan barang kampanye, mengingat 2022 semakin dekat, jangan sampai isu kampus dihembuskan sampai 2022 saja, tapi kampusnya enggak ada atau enggak jadi berdiri, jadi harus murni dan sungguh – sungguh, dan kita akan dukung semua itu,” ujar putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang tersebut.

 

Menurut aktivis HAM itu, berdirinya sebuah universitas sangatlah dibutuhkan, diantaranya demi terbangunnya demokrasi yang lebih luas lagi, meningkatkan daya kritis serta pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM), disamping alasan faktor keterjangkauan jenjang pendidikan tinggi secara ekonomi dan sosial.

 

” Sudah jelas sangat penting berdirinya kampus di Aceh Timur, makin ramai mahasiswa, kalau kami malah senang, sebab daya kritis dan demokrasi semakin tumbuh, sebab bakal lahir kelompok kritis dan pejuang – pejuang demokrasi yang baru, juga tuntutan atas pemenuhan Hak Asasi Manusia semakin tinggi, sebab sudah tumbuh kader – kader kritis yang baru, asal jangan sampai kampus berdiri, mahasiswanya malah dibungkam, bahkan hanya diseret – seret jadi pendukung penguasa atau timses politik dan sangat patuh,” cetus Ronny.

 

Ronny menjelaskan kampus ideal yang mungkin akan berdiri merupakan sebuah lentera besar yang akan memberi pencerahan di setiap sendi kehidupan di Aceh Timur.

 

” Ya selain semakin terjangkaunya pendidikan tinggi bagi putera daerah, yang selama ini mungkin harus kuliah ke luar Aceh Timur, tentu nantinya lebih banyak lagi yang bisa berkuliah, terutama kalangan kurang mampu yang berat untuk biaya kuliah di luar daerah. Nah, selain itu, kehadiran kampus juga berpotensi menciptakan pertumbuhan dan perputaran ekonomi, minimal di lingkungan sekitarnya, misalkan kebutuhan rumah kos, percetakan, pedagang kecil dan seputar kebutuhan mahasiswa dan kampus lainnya,” ucap Ronny.

 

Dia menimpali tentunya wacana pendirian kampus hingga berdirinya bukanlah perkara semudah membalikan telapak tangan, namun ia mendorong semua pihak terutama kalangan akademisi, agar tetap optimis mewujudkannya.

 

” Memang enggak mudah itu, karena kan sebelum jadi universitas, katanya dalam bentuk sekolah tinggi dulu, tapi jangan pesimis, masak minimal mimpi berdirinya Universitas aja enggak boleh, nanti kalau jadi , kita usul dikasih nama Universitas Aceh Timur aja,” pungkas alumni Universitas Ekasakti tersebut menutup keterangannya.(zainal)