Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta Awasi Perdagangan Pangan Pusat Perbelanjaan Ritel

 

WBN, Jakarta Utara – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Provinsi DKI Jakarta dan Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya menggelar pengawasan produk pangan di salah satu pusat perbelanjaan ritel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (14/12). Kegiatan dilakukan dalam rangka menyambut perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Etty Syartika mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian pengawasan pangan (makanan dan minuman) yang dilakukan mulai Senin (14/12) hingga Rabu (16/12). Selain di Jakarta Utara, pengawasan pangan hari ini juga dilakukan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

 

“Hari ini ada tiga tim yang turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan pangan, ada di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat,” kata Etty saat dikonfirmasi, Senin (14/12).

Untuk pengawasan pangan di Jakarta Utara ini, dijelaskannya tim menemukan sejumlah jenis produk tak layak edar seperti kemasan rusak, berakhirnya masa berlaku izin edar dan varian produk tidak memiliki izin edar. Begitu pun pada parcel yang kedapatan tidak memberikan keterangan kadaluarsa dan masa berlaku izin edar habis pada salah satu jenis produk dalam parsel tersebut.

“Jenis produk yang tidak layak edar yang kami temukan yaitu makanan dalam kaleng seperti biskuit, susu, sarden dan buah kaleng. Ada juga salah satu produk kue kering pada parsel yang izin edarnya tahun 2018 sudah berakhir. Produk ini semuanya kami tarik untuk tidak diedarkan,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Provinsi DKI Jakarta Safriansyah menerangkan, pihaknya akan menelusuri produk yang tidak memiliki izin edar hingga ke produsen. Namun sebelum itu, pihaknya akan bekerjasama dengan BB POM provinsi lain untuk memastikan proses perizinan edar produk tersebut.

“Tadi yang kita temukan ada produk makanan beku instrustri pabrikan yang salah satu varian produk yang belum memiliki izin edar, padahal produk lainnya sudah ada izin edarnya. Produsennya ada di kawasan Bogor, Jawa Barat makanya kami akan menulusuri dengan bekerjasama dengan BB POM Provinsi Jawa Barat,” tutupnya. Reporter (Ahmad FG)

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •