Polresta Bandara Soekarno Hatta Ungkap Modus Penipuan Dan Penggelapan Oleh 3 WNA dan 2 WNI

WBN. Tanggerang -Bandara Soekarno Hatta, Team Garuda telah meringkus komplotan bandit warga negara asing (Nigeria) Sejumlah 5 orang, operasi yang dilakukan di Terminal 3 Kedatangan International Bandara Sikarno Hatta, dengan modus berbisnis yang dilakukan 3 orang warga negara asing (WNA) dan 2 orang warga negara Indonesia (WNI) aksi penipuan yang dilakukan selama kurang lebih 1 Tahun dengan korban yang sudah dapat diverikasi.

Modusnya kalau yang laki – laki diajak berbisnis dan perempuan diajak berpacaran via Facebook yang dilakukan dengan cara berkenalan dan berkomunikasi, yang konon dilakukan selama 3 bulan, dalam facebook mengaku bernama Charlos Sanchez yang mengaku berdomisili di Los Angeles USA.

”Atas kejadian tersebut, banyak Pelapor mengalami kerugian, sejumlah Rp. 17.600.000,- (Tujuh Belas Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kekantor Polres Bandara Soekarno- Hatta, guna pengusutan lebih lanjut,” ucap Kapolres Bandara Soetta. Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, saat konferensi Pers di Taman Integritas Polres Bandara Soeta, Kamis (17/12).

Ketiga WNA tersebut berinisial AI, ACN, dan CJU dengan berjenis kelamin laki -laki dan kedua WNI berinisial LRD dan EP dengan berjenis wanita. Kelima tersangka di ringkus di beberapa tempat berbeda yaitu Jakarta, Surabaya, Garut dan Yogyakarta.

 

Menurut kabid Humas Polres Bandara Soetta. Kombes Yusri Yunus saat memaparkan tadi. Penangkapan berawal tersangka IAI yang di amankan jumat 20 november 2020 di Apartemen Maple Park, Jakarta Utara atas dari laporan korban Rafli Filano pada awal agustus 2020 di Terminal 3 kedatangan Internasional Bandara Soetta.

Dikatakan bahwa operasi mereka kerap mengaku petugas bea cukai Bandara Soetta yang dijadikan jembatan untuk mengelabui korban, juga memanfaatkan Media sosial berhubungan/berkomunikasi dengan calon Korban dengan rentang waktu 1 (satu) minggu sampai 2 (dua) bulan untuk mendapatkan kepercayaan korban.

” Peran mereka terbagi bagi dalam menerima/nama calon korban dari sdr. Ikechukwu (adik kandungnya yang berada di Negeria kemudian dikirimkan kepada tersangka 4 an Sdr. Michael Jo, Bila mendapat keuntungan sebesar 5 % dari hasil kejahatan,” kata Kapolresta Bandara.

Ada lagi yang berpura pura sebagai petugas bea cukai untuk mengelabui dan membujuk korban melalui telepon dan sms agar mau mentransfer uang, dan nantinya menerima keuntungan sebesar Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah) setiap pekerjaan, kemudian polisi masih mengejar DPO Ikechukwu. Peran 3 tersangka bertipu daya dengan para korban di medsos dengan memakai akun dan foro yang menarik bagi korban wanita dan dengan korban laki – laki berkenalan berbahasa inggeris untuk mengajak berbisnis ” jelas Yusri.

Ditambahkan kapolresta Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian Saputra perbuatan para tersangka sudah hampir kurang lebih hampir 1 tahun dengan korban yang sudah dapat diverifikasi dibeberapa daerah di seluruh Indonesia dengan kerugian berpariasi dari mulai Rp.2 juta sampai dengan 76 juta ” kata Adi.

Atas perbuatan para tersangka polisi menjera t pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP terkait penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. .Dan dari hasil kejahatan yang tersebut di atas untuk kebutuhan sehari – sehari menyewa apartemen dan untuk hiburan serta liburan ” tandas Adi. .

. .(Rusman)