H.Tole Sosok Pengusaha Sukses Berhati Darmawan, Maju Sebagai Orang Nomor Satu di pilkada 2022

 

WBN, Aceh Timur – Sebagian Masyarakat nama Tole (Toke Leman) tidak begitu asing lagi kendengaran, meskipun belum pernah berjumpa dengan orang nya secara langsung tapi nama tole sudah begitu familiar di berbagai kalangan di Aceh Timur.

Pria kelahiran Desa Seuneubok Bayu tahun 1984 dengan nama lengkapnya Sulaiman bin H. Rusli M, atau yang akrabnya disapa H.Tole.

Sosok H.Tole dikenal bukan hanya sekedar kepiawan nya dalam dunia intepreneur tapi kedekatan nya dengan semua kalangan masyarakat serta jiwa kedermawanan nya membuat nama Tole makin di kagumi oleh masyarakat.

Putra kedua dari pasangan suami istri H.Rusli M.Dia dan Harijah dari lima bersaudara, sejak masih kecil mereka mendapatkan didikan yang sangat disiplin baik dalam belajar pendidikan formal maupun non formal, Begitu juga halnya dalam bekerja, keinginan orang tua nya agar anak-anaknya menjadi pribadi yang sukses dan pekerja keras, selanjut menuntun menjadi kepribadian yang baik, sopan santun dan juga berjiwa sosial.

Sejak mengenyam pendidikan di tingkat dasar, Tole sudah memulai dunia usaha dagang, hal itu tak terlepas keluarga besarnya berjiwa pedagang, walaupun sekedar membantu orang tuanya mengelola usaha dagang.

Setelah tamat SMP H.Tole sudah mulai ikut bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka dimasa Aceh berkecamuk konflik 1998, bahkan pada awal tahun 2002 disaat Aceh diterapkan operasi darurat militer, H.Tole sangat aktif membantu perjuangan Gerakan Aceh Merdeka.

Menurut warga Banda Alam yang di temui media mengatakan, “dari nenek nya H.Tole merupakan pejuang bersama deklarator Aceh Merdeka Teungku Hasan Muhammad Ditiro pada tahun 1976”, Ujarnya

eksistensi gerakan perjuangan Aceh merdeka hingga berakhirnya konflik dengan lahirnya perjanjian MoU Helsinki tahun 2005.

Pasca damai Aceh, H.Tole menikah dengan seseorang wanita asal Keude Keumuneng Idi Tunong, dari pernikahan tersebut dikarunia 5 putra-putri.

H.Tole menggeluguti dunia usaha bisnis, sejak masih kelas 4 SD mengikuti orang tuanya, karena orang tuanya berasal dari keluarga pedagang, hingga akhirnya Tole mampu berdikari membangun usaha bisnis sendiri mulai tahun 2004 sampai sekarang.

Selain menjadi pengusaha sukses, Tole sangat aktive diberbagai organisasi di Aceh Timur, diantaranya Ketua Korwil IMI Aceh Timur, Sekretaris DPC KNPI Aceh Timur, Wakil Ketua dewan pakar APDESI, Wakil Ketua Gapensi Aceh Timur, ketua MPO Pemuda Pancasila, menjadi Penasehat di Persatuaan Wartawan Online (PWO) Aceh, Lembaga Anti Narkoba(LAN) Aceh Timur, dan beberapa organisasi lainnya.

Sosok yang hobby berolah raga berdayung sepeda dan pebulu tangkis membuat dirinya juga sangat peduli terhadap dunia olah raga, maka sangat wajar bila Tole juga didapuk menjadi Wakil Ketua PBSI Aceh Timur, Sekretaris KONI Aceh Timur dan Cabor lain nya.

Bukan hanya berhenti di situ, kepeduliannya terhadap dunia pendidikan juga tak bisa dipungkiri, hal ini dibuktikan dari partisipasi nya sebagai Bendahara Umum di Tim Task Force Rencana Pendirian Perguruan Tinggi di Aceh Timur, yang digagas lintas tokoh di Aceh Timur, H.Tole membantu secara all out baik tenaga, pikiran maupun membantu finansial untuk kelancaran operasional kerja tim.

Tak hanya di dunia olah raga dan pendidikan H. Tole peduli, tapi beliau juga dekat dengan kalangan Ulama, bahkan beliau merupakan Bendahara di Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI)

Sementara Jiwa leadership nya juga dapat dilihat dari keberhasilan berbagai upaya penyelesaian masalah yang ia lakukan, contoh nya saja dalam membantu mediasi kekisruhan APDESI Aceh Timur dengan LSM KANA, yang sama- sama melaporkan kepihak berwajib terkait persoalan Bimbingan Teknis(Bimtek) perangkat Desa yang menuai pro -kontra sebulan yang lalu, dengan berakhir berdamai secara kekeluargaan. Begitu juga beberapa kasus pertikaian masyarakat lain nya yang sukses diselesaikan secara damai.

Selanjutnya Tole juga hadir dalam penyelesaian konflik pengadaan tanah untuk pembangunan jalan baru di Desa Pante Rambong Pante Bidari, yang berujung aksi pemblokiran jalan oleh pemilik tanah, karena pemilik tidak mau menunggu pembayaran terlalu lama, sedangkan Pemerintah Aceh Timur baru bisa membayar pada pertengahan tahun 2021, atas permintaan tokoh setempat H.Tole membantu menginisiasi dalam proses pembayaran dengan mencari pengusaha atau pihak ketiga untuk menanggulangi pembayaran tanah tersebut.

Kemudian Masih terbesik dalam ingatan kita, bagaimana sosok H.Tole membantu warga Peudawa dan Banda Alam dalam merehab jembatan dengan menggunakan uang pribadinya, demi kepentingan masyarakat umum.

Dalam setiap perbincangan H.Tole sering mengungkapkan kepuasan bathin nya untuk selalu berbuat kebaikan untuk orang lain, sepanjang memiliki kemampuan, minimal berbuat kebaikan tersebut menjadi amal ibadah bagi dirinya serta sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan rezeki.

Sebagai orang yang terlahir di Desa nan jauh dari kota tentu bagi H.Tole sangat memahami bagaimana kondisi seluk beluk, suka dan duka masyarakat, serta bagaimana harapan dan impian masa depan mereka yang hidup di pedalaman dan perkotaan.

0leh sebab itu kini H.tole kami ingin memimpin Aceh timur kedepanya sebagai orang nomor satu di Aceh timur ini supaya lebih baik lagi kedepanya. (Zainal).

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •