50 Tenaga Medis RSUD Ngada Rapid Antigen, Beberapa Orang Reaktif Jalani Karantina Terpusat

WBN │Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi NTT melalui keterangan Sekretaris Daerah Ngada, Theodosius Yosefus Nono, S. Sos menjawab konfirmasi per telepon redaksi media ini (12/1), membenarkan sejumlah Tenaga Medis yang bekerja di RSUD Bajawa Kabupaten Ngada, Reaktif hasil test Rapid Antigen.

Sekda Ngada, Theodosius Yosefus Nono, S.Sos juga menjelaskan bahwa untuk informasi beredar yang menyebut salah satu dokter yamg bekerja di RSUD Bajawa dan saat ini berada di rumah karantina terpusat Turekisa, status kesehatannya, lanjut Sekda, adalah reaktif rapid antigen, bukan positif covid-19.

“Berdasarkan Rapid Antigen, dokter yang dibicarakan masyarakat sebenarnya tengah menjalani karantina terpusat di Turekisa. Test Antigen dilakukan di Rumah Sakit Umum Bajawa dengan hasil, dari  Lima Puluhan Tenaga Medis yang bekerja di RSUD Bajawa dan melakukan test Rapid Antigen, beberapa diantaranya reaktif dan yang reaktif langsung diarahkan ke Rumah Karantina Terpusat di Turekisa. Status mereka adalah reaktif, bukan positif”, ungkap Sekda Ngada, Theodosius Yosefus Nono, S.Sos.

Rangkuman dari laman WHO, antibodi diproduksi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah seseorang terinfeksi virus.

Kuat atau lemahnya respon antibodi terhadap virus corona tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, status gizi, tingkat keparahan penyakit, dan pengobatan atau infeksi tertentu seperti HIV yang menekan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Studi menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengembangkan respon antibodi pada minggu kedua atau 14 hari setelah terinfeksi Covid-19.

Hal ini berarti bahwa diagnosis infeksi Covid-19 berdasarkan respons antibodi seringkali hanya dapat dilakukan dalam fase pemulihan, ketika banyak peluang untuk intervensi klinis atau penghentian penularan penyakit telah berlalu.

Tes deteksi antibodi juga dapat bereaksi dengan jenis virus corona lainnya selain penyebab Covid-19 sehingga ada peluang memberikan hasil positif palsu. Sehingga, hasilnya kurang akurat dibandingan rapid test antigen.

Cara kerja rapid test antibodi dengan mengambil darah untuk sampel pemeriksaan. Lama waktu yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi dalam tubuh adalah 5 hingga 10 menit.

Rapid Test Antigen adalah tes untuk mengidentifikasi orang yang terinfeksi virus corona dengan mendeteksi adanya materi genetik atau protein spesifik dari virus tersebut dalam tubuh seseorang.

Sampel yang diambil adalah lendir dari dalam hidung maupun tenggorokan dengan metode usap (swab). Sehingga, rapid test antigen terkadang disebut juga dengan swab antigen. Tes ini bisa dikatakan lebih akurat dan spesifik dibandingan rapid test antibodi karena mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan.

Namun, tes ini masih kurang akurat jika dibandingkan dengan PCR. Hasil tes ini bisa didapatkan hanya dalam waktu hitungan menit saja biasanya sekitar 15 hingga 30 menit. Tingkat keakuratan hasil rapid test antigen jika seseorang dinyatakan positif terinfeksi virus corona biasanya tinggi. Sementara untuk hasil negatif sebaiknya harus dilakukan tes PCR untuk mengetahui hasilnya secara lebih akurat.

Saat berita ini diturunkan, media ini belum kantongi rilis publik dari pihak RSUD Bajawa terkait uraian data dan penjelasan lebih lanjut.

Ket Foro Berita : Sekda Ngada, Theodosius Yosefus Nono, S. Sos

WBN │ redpel aurel do’o – ndra