FAKSI Ajak Masyarakat Perkuat Demokrasi dan Peduli Hak Asasi Manusia di Aceh Timur

WBN, Aceh Timur – Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial ( FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mengajak segenap masyarakat khususnya warga Aceh Timur, secara bersama – sama peduli dan memperkuat kondisi demokrasi di Aceh Timur, dan turut serta memperjuangkan terpenuhinya kondisi – kondisi kondusif pada upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia ( HAM) bagi setiap warga negara.

” Setiap orang memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. Hak asasi manusia berlaku kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun, yang tidak boleh dilanggar, dihilangkan atau dihapus oleh siapapun, dan itu diakui dunia internasional, jadi kita semua berhak mendorong terpenuhinya hak – hak tersebut, dan tentunya melalui kondisi demokrasi yang kondusif serta perlu terus ditingkatkan,” kata Ronny, Jumat 5 Maret 2021.

Menurut eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu, tanpa memperkuat kondisi demokrasi serta perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia, sangat sulit membayangkan hadirnya keadilan dan kesejahteraan bagi warga Aceh Timur kedepannya.

” Bagaimana mungkin rakyat akan merasakan adil dan sejahtera, jika yang menikmati kekayaan alam dan kue – kue kekuasaan, orangnya yang itu – itu saja? enggak tercipta demokrasi sosial dan demokrasi ekonomi, apalagi demokrasi hukum sama sekali, yang ada hanya demokrasi kelompok, demokrasi orang kaya dan berkuasa saja, jadi sampai kapanpun rakyat enggak akan maju -maju kalau begitu,”
ujar aktivis cadas yang dikenal fokus pada isu kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan Hak Asasi Manusia tersebut.

Ronny berpendapat, kondisi demokrasi di Aceh Timur saat ini bisa dikatakan sudah jauh lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya yang mencekam.

” Ya kalau dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya, Aceh Timur sudah lebih demokratis, masyarakat sudah berani mengemukakan pendapat dan berekspresi, sekarang juga bermunculan kelompok – kelompok kritis yang mulai berani bersuara lantang di Aceh Timur, kalau sebelumnya kan pada enggak berani, karena takut ini dan itu, takut sama hantu, centeng kekuasaan atau orang kuat yang setiap waktu bisa saja mengancam keselamatan, nah sekarang alhamdulillah sudah lumayan bebas bersuara, dan itu tentunya juga berkat komitmen pemerintahan bang Rocky yang membuka diri terhadap kritik, dan kalau kami lihat, sedikitnya komitmen itu sudah dibuktikan oleh bang Rocky, tinggal ditingkatkan lagi, ya buktinya dengan demokrasi Aceh Timur lebih terbuka, cuma rakyatnya aja masih banyak yang miskin,” sebut putera Idi Rayeuk berdarah Aceh – Minang tersebut.

Pihaknya mendorong setiap warga, terutama kalangan media dan LSM untuk terus menjaga kondisi demokrasi dan menyoroti kondisi pemenuhan Hak Asasi Manusia di Aceh Timur.

” Sebagai kelompok kritis, kita tentunya perlu bahu -membahu menjaga demokrasi dan terlindunginya Hak Asasi Manusia bagi setiap orang, siapa saja unsur rakyat bisa jadi pejuang HAM dan demokrasi, dan semoga berkat perjuangan – perjuangan Pers dan LSM kita harapkan kedepannya kondisi keadilan dan kesejahteraan di Aceh Timur bisa terpenuhi, kita perlu bantu ingatkan pemerintah lewat gerakan moral ini,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.(zainal).

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •