HBU Kunjungan Reses dan Serap Aspirasi Warga di RW 06 Kelurahan Kebon Bawang

 

WBN l Jakarta Utara – H. Hasan Basri Umar, S.H., M.Si. Jumat (5/3/) melakukan giat Kunjungan Reses dan Serap Aspirasi Warga di RT 11/06 Kelurahan Kebon Bawang Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara, demikian sebagaimana yang terpampang pada banner.

Dalam kesempatan itu hadir Lurah Kebon Bawang Wili Hardiana, didampingi dari Babinsa Kelurahan Kebon Bawang yang bertugas serta para undangan yang mendukung H. Hasan Basri Umar, S,H, M.Si.

Hasan Basri Umar dilahirkan di Tidore pada tanggal 24 Agustus, 66 tahun yang lalu. Seorang yang beragama Islam taat beribadah ini beristrikan Hj, Dwi Setiasih dan dikarunia 3 orang anak yaitu : Muhammad Taufik, Muhammad maskur Tamanyira dan Muhammad Trihadi Tamanyira.
Hasan Basri Umar merupakan tokoh yang besar di Kebon Bawang maka tidak salahlah Kebon Bawang menjadi konsen perhatiannya karena yang turut mengusungnya sukses berkantor di Kebon Sirih.

Berbagai organisasi digeluti dengan berbagai jabatan seperti : Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiiyah Jakarta Utara, Ketua Ormas Nasional Demokrat Jakarta Utara, Ketua Harian ICMI ORDA Jakarta Utara, Ketua Partai NasDem Jakarta Utara dan Wakil Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta dan masih banyak sederet lagi yang tidak dapat disebutkan.

HBU demikian nama populer bagi H. Hasan Basri Umar, S.H., M.Si. menjawab pertanyaan-pertanyaan warga masyarakat yang dianggapnya sangat positif terkait BPJS, BST (Bantuan Sosial Tunai), PKH (Program keluarga Harapan) dan lain-lain khususnya warga yang belum mendapat atau tidak terakses akan fasilitas tersebut.

Kehadiran HBU untuk menampung aspirasi warga masyarakat. HBU menilai warga masih terkesan malu-malu untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan.

“Tapi yang jelas masalah yang dipertanyakan tentang KJS, Kartu Lansia dan BST saya jelaskan ini yang sedang berada dalama masyarakat. Yang penting lainnya adalah protokol kesehatan,” ungkap HBU.

Ditanya mengenai Perda No. 20 Tahun 2020 HBU menjelaskan, “Dendanya memang lebih besar tetapi jangan melihat pada dendanya, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran warga. Justru protokol kesehatan itu penting. Setiap reses saya selalu sampaikan itu,” ujarnya.

Terkait UMKM HBU berpandangan bahwa program pemerintah pusat melalui RT dan RW untuk UMKM memang terus digalakkan tetapi hal ini diverifikasi di seluruh Nasional cukup banyak. HBU juga mengurus untuk warganya ke Dinas dan alhamdulilah prosesnya cepat turun. Peran HBU justru yang diurusnya lebih cepat turun ketimbang melalui RT dan RW.

Di masa pandemei Covid -19, mengakibatkan daya beli masyarakat rendah dan penjualan pun menurun. Memang diakui HBU dampak Covid-19 menyebabkan perusahaan banyak tutup, pengangguran di mana-mana. Memang ini bukan saja permasalahan di Indonesia tetapi juga dunia.

Perhatian pemerintah pusat dan daerah tinggi terhadap masalah ini maka digelontorkan BST sebagai salah sau upaya jaring pengaman sosial untuk mengurangi dampak sosial terhadap masyarakat.

Wili Hardiana selaku Lurah Kebon Bawang menyampaikan. “Warga merasa berbahagia dan senang dengan kehadiran HBU bahwa pertemuan reses di Kelurahan Kebon Bawang ini karena semua aspirasi warga tersampaikan dan diperjuangkan wakil kami HBU. Kami tentunya berharap semua ini demi kemajuan Kelurahan Kebon Bawang di masa akan datang,” ungkapnya.

Babinsa Kelurahan Kebon Bawang yang setia turut mengawal jalannya kegiatan reses menyampaikan, “Kami dari pihak Babinsa Kelurahan Kebon Bawang senantiasa memantau kegiatan yang dilaksanakan Bapak HBU,” ujarnya.

“Kegiatan reses yang dilakukan ini baik sekali karena apa yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipahami dengan baik. Bapak Haji Hasan Basri Umar telah melaksanakan tugas tanggung jawabnya dengan baik, aman tertib dan lancar menurut kawalan dan pantauan kami,” ungkap Babinsa Kelurahan Kebon Bawang yang akrab disapa Een. Reporter l Johan sopaheluwakan l

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •