WBN, Aceh Tamiang – Kini bertempat di TPQ Rantau Pakam Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn didampingi oleh Kepala Baitul Mal, Mulkan Tarida Tua Tampubolon, S.PdI, LC, M.Hi dan Camat Bendahara, Fakhrurrazi Syamsuyar, S.STP memberikan Bantuan Tanggap Bencana kepada korban banjir Kabupaten Aceh Tamiang dari Badan Amal dan Zakat Nasional Pusat secara simbolis, Rabu. (10/03/2021).

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M. Kn dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Baitul Mal yang telah memperjuangkan sejumlah bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat untuk Kecamatan Bendahara.

“Terima kasih Pak Mulkan yang sudah memperjuangkan kecamatan kita sehingga kita bisa mendapatkan bantuan. Semoga ke depan tetap ada bantuan lainnya meskipun sudah hampir dua bulan lamanya musibah banjir ini berlalu” ucap Bupati.

Beliau juga membahas mengenai tanggul yang jebol akibat banjir yang saat ini sedang tahap perbaikan meskipun bersifat darurat yang masih di bagun.

“Oleh Pemerintah, sungai aceh tamiang merupakan tanggung jawab pihak Provinsi, untuk itu Kita akan mengupayakan agar aceh Tamiang mendapatkan bantuan dari BNPB Pusat untuk pembangunan tanggul dapat segera direlokasikan secara permanen” ujar Bupati secara optimis.

Dalam sambutannya Bupati tetap mengajak masyarakat untuk memakmurkan mesjid agar dijauhkan dari bencana.

Sebelumnya, Datok Kampung Rantau Pakam, Ruslan memberikan kata sambutan sembari membuka acara penyerahan bantuan simbolis. Pada kesempatan ini, Beliau mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah terhadap penanggulangan bencana banjir di Kecamatan Bendahara.

“Disini saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam menanggulangi banjir baik secara jangka panjang atau permanen, sebenarnya kami berharap lebih, atas pemotongan arus yang ada di ujung tanjung. Kedua kami harap pengendali arus agar tidak adanya erosi lagi terhadap tanggul,” ujar datok Ruslan.

“Kami juga berharap kepada Bapak kiranya dapat membantu desa Kami agar tidak hilang dikarenakan erosi, Kami ucapkan terima kasih atas bersusah payah mengalirkan bantuan kepada Kami, tidak dapat membalas atas semua bantuan ini ,” tambahnya.

Selaku Kepala Baitul Mal, Mulkan menjelaskan proses untuk mendapatkan bantuan dari Baznas Pusat yang kemudian disalurkan kepada korban banjir.

“Pada hakikatnya di Aceh disebut Baitul Mal sementara diluar Aceh disebut Baznas. Semua data yang Kami terima dari BPBD, Kami usulkan ke Provinsi.

Setelah mendapatkan respon dari Baznas, Kita siapkan semua bahan untuk korban banjir yang ada sebanyak 4000 (empat ribu) Kepala Keluarga, tetapi yang di lihat benar-benar terkena dampak paling parah hanya 100 (seratus) Kepala Keluarga yang berada di dua Kampung dalam Kecamatan terdiri dari 50 (lima puluh ) KK dari Rantau Pakam dan 50 (lima puluh) KK dari Teluk Halban. Kita doakan semoga bantuan yang diberikan bermanfaat ,” terang Kepala Baitul Mal.

Usai arahan dari Bupati Aceh Tamiang, dilakukan penyaluran bantuan secara simbolis kepada tiga warga Kampung Rantau Pakam berupa sembako seperti telur, beras, mie instan dan gula.

Penyaluran bantuan secara simbolis ini juga dihadiri oleh Unsur Forkopimcam Bendahara dan Tokoh Masyarakat di dua Kampung setempat serta para undangan yang berhadir tandasnya.(zainal).

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •