Kerajaan Padjajaran Adalah Sebuah Negara, Sudah Ada Dalam Naskah Naskah Sunda Kuno

 

Kami sebagai Masyarakat jawa barat yang tergabung dalam comunitas Pemerhati dan Pecinta Sejarah Budaya Nusantara cukup terkejut dengan adanya tulisan di Media online yang Berjudul ” Pajajaran ternyata nama ibu kota di Kerajaan Sunda “, Yang selanjutnya diartikan bahwa Pajajaran Bukan Nama Kerajaan, Tapi Nama Kerajaanya Sendiri adalah Sunda. Yang salah satu artikelnya dirilis dalam media online jabar inews.id, Dari hasil kajian Ahli sejarah Prof Dr Nina Lubis Mengacu pd Teori Robert Von Heine bahwa Nama Kerajaan di Asia Tenggara biasa menyebut Ibukotanya.. !!!

Kami ini semua hanyalah orang awam yang tidak faham teori secara mendetail, Hanya sebagai Pemerhati sejarah dan pernah sekedar iseng iseng ikut baca baca Naskah Sunda yang mengindikasikan bahwa PAJAJARAN merupakan sebuah Kerajaan antara lain dalam Naskah :
1.Wawacan Babad Pakuan Pajajaran di Bab XIII Pupuh Dangdanggula no 274. baris ke 3 berbunyi : ” Rakanipun Dados Papatih, NAGARA PAJAJARAN …” Disini jelas sekali disebut Pajajaran sebagai Negara bukan Ibukota dan tidak dikatakan, Dados Papatih NAGARA SUNDA.
Selanjutnya di pupuh no 275. Disebutkan juga : ” Linggih Jajar kalayan Kang Dadi Patrarenan. Patih Pajajaran tidak Patih Sunda .
2.Naskah Turunan Timbang Anten beraksara Arab pegon dikatakan : ” Prabu Siliwangi Raja Pajajaran bukan Raja Sunda.
3. Yang paling jelas dalam Prasasti Batu Tulis Bogor ” Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata ” Sebagai Maharaja Penguasa di Pajajaran, Bukan Kerajaan Sunda.
Dari 3 Naskah tulisan diatas tadi kira kira tidak cukupkah bukti bukti tersebut. Yang Mengindikasikan bahwa PAJAJARAN Sebagai Sebuah NAGARA atau KERAJAAN ???.
Jika Pakuan Pajajaran dianggap Sebagai Ibukota, Kami rasa itu sah sah saja tapi jika Pajajaran dianggap sebagai nama Ibukota, apakah Otomatis nama Kerajaannya pun Berubah jadi nama yang lain ?
Kan bisa saja Pajajaran sebagai nama Ibukota sekaligus juga sebagai nama Kerajaan , Seperti yang terjadi di Kerajaan kerajaan lain yang ada di Nusantara,
KUTAI KARTANAGARA ibu kota Kutai, KERAJAAN SUMEDANG LARANG Ibukota Sumedang, KERAJAAN LAMPUNG Ibukota lampung. KERAJAAN KEDIRI Ibukota Kediri . dll.

Disini jelas teridentifikasi, Bahwa nama Ibukota sekaligus juga sebagai nama Kerajaan, Kemudian Yang menjadi pertanyaan kami sebagai orang awam kenapa Kawali sebagai Ibukota Kerajaan Galuh ?
Kok Kerajaan Galuh tidak pernah Disebut sebut sebagai Kerajaan Kawali, Padahal sudah jelas jelas tercatat dalam Prasasti Astana Gede ” Prabu Wastu Kencana Anu Marigi Kota Kawali “.
Majapahit juga tidak disebut sebagai Kerajaan Trowulan, Tarumanagara tidak disebut sebagai Kerajaan Jasinga.
Galunggung tidak dikenal sebagai Kerajaan Rumantak atau Leuwisari ?
Sriwijaya tidak dikenal sebagai Kerajaan Palembang, Bahkan Kerajaan Sunda sendiri saat itu Ibukotanya Pakuan tidak disebut sebagai Kerajaan Pakuan.
Padahal kata kata Pajajaran sebagai Kerajaan itu sendiri ada di Berbagai Naskah, Bukan hanya satu tapi lebih dari 5 Naskah dan Prasasti seperti disebut diatas tadi. Lalu apakah Naskah naskah yang telah menyebut Pajajaran sebagai sebuah Kerajaan bahkan sebagai Negara merupakan Suatu Kekeliruan Besar ? Atau tidak dapat dipertangung jawabkan secara Science.
Jika kami analisis dari Teori Robert Von Heine pun kami rasa masih sejalan yang penting titik beratnya bahwa di Asia tenggara Nama ibu kota cenderung sebgai nama Kerajaan , Justru teori ini sangat Relevan dengan situasi nama nama Kerajaan yang ada Di Nusantara saat itu, Bisa kita amati juga pada perkembangan nama nama Kerajaan Pasca Pajajaranpun yakni ketika Pengaruh Budaya Islam masuk dengan munculnya Kesultanan kesultanan di Nusantara. Adanya Kecenderungan yang sangat kuat yang menjadikan nama nama Ibukota sebagai nama Kerajaan antara lain :
1.KOTA DEMAK : Kesultanan DEMAK
2 Kota CIREBON ; Kesultanan CIREBON
3. Kota YOGYAKARTA Kesultanan .Kesultanan NGAYOGYAKARTA
4.Kota SOLO ; Kesultanan.KERTASURA SOLO .
5.K TERNATE TIDORE.
6.K BANDA ACEH
7.K.GOWA MAKASAR
8.K BONE.. DLL.

Disini Terlihat jelas Baik dimasa Sebelum Pajajaran Maupun dimasa Setelah Pajajaran. Ibukota jadi nama sebuah Kerajaan atau Kesultanan, Tapi tidak merubah jadi nama yang lain.
Tetap saja nama Kerajaannya pun sesuai dengan nama Ibukota. Kami rasa demikian juga dengan Pakuan Pajajaran sebagai nama Ibukota Kerajaan, Sekali lagi Prof Nina tidak Salah. Tapi nama Kerajaan saat itu tidak berubah jadi nama lain jadi Sunda tetap saja sebagai Kerajaan Pajajaran. Sebagaimana yang terjadi pada Kerajaan Lain Kediri, Demak dll, Dimana Ibukota biasanya jadi Nama Kerajaan, Yang juga Relevan dengan teori Robert Von Heine tadi.
Lalu Kenapa jadi ada Istilah terutama Orang orang luar baik di Nusantara maupun diluar Nusantara yang menyebut Pajajaran sebagai Kerajaan Sunda. Karena Penduduk Kerajaan Pajajaran adalah etnisnya sebagai suku Sunda, Sama juga halnya dengan Majapahit, Kediri, Singosari kadang orang Luar menyebutnya sebagai Kerajaan Jawa Dwipa. Tapi tidak berarti Jawa Dwipa otomatis sebagai nama Kerajaan Bahkan Istilah tersebut berlaku sampai hari ini.
Pokoknya yang datang dari Pulau Jawa tidak peduli dari Banten, Jawa Barat, Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap disebut sebagai orang dari Jawa bukan Banten atau Jabar.
Itulah sekedar analogi kami orang-orang Awam yang kurang faham dengan Teori teori Sejarah yang Kredible. Mohon tanggapan dan masukanya dari para Ahli Sejarah, Ahli Filologi, Ahli Arkeolog dll.
Sehingga bisa memperkaya wacana kita semua untuk meluruskan Babad Hikayat Sejarah kita tercinta ini, Baik sejarah Sunda maupun Sejarah Nusantara secara keseluruhan.

An : Komunitas Masyarakat Pemerhati dan Pecinta Sejarah & Budaya Nusantara.
DR H Anton Charliyan MPKN

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •