Tidak Ada Efek Jera Ala Koboi Terulang Kembali Arogansi Oknum Polisi Airud, Ujian Bagi 100 Hari Kapolri dalam Mengusung Program PRESISI

 

 

WBN l Jakarta Utara – Dengan terpilihnya Kepala Kepolisian yang baru Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang ingin mewujudkan Polri yang PRESISI yang merupakan kepanjangan dari PREdiksi, responSILBILITAS dan transparanSI berkeadilan kembali tercoreng.

Tercoreng karena terjadi kembali arogansi ulah oknum Polisi Airud Cilincing yang bernama Slamet terhadap masyarakat yang bernama Ajid dan kawan-kawan. Peristiwa yang mencoreng citra Institusi Polri itu terjadi di Cafe Stadium Kojem (Kolong jembatan) Cilincing, Jakarta Utara, Senin (22/03).

Saat Ajid dan rekan-rekan menikmati musik dari jam 13.00 – 14.30. Menurut Ajid keributan terjadi paa 14.15 WIB. Keributan terjadi terpicu karena kawannya yang asyik berjoget saling bersenggolan dengan kawan-kawan pelaku.

Saat Slamet masuk ke lokasi dimana kawan-kawannya tersenggol, Slamet langsung masuk dan memukul kawan Ajid yang bernama Simon. Simon yang berdekatan dengan kawannya yang bernama Tole melerai sambil bekata, “Sudah bang, sudah bang, ini kawan saya,” ujarnya Saat itu Tole juga terkena sasaran pemukulan oleh Slamet.

Ajid yang saat itu ada di lokasi tak luput dari sasaran Slamet. Bahkan Slamet mengeluarkan pistol dan menodongkan pistol kepada Ajid dan kawan-kawan. Ajid yang saat itu duduk dan hanya minum air mineral mengatakan, “Sudah bang kita happy saja ini temen-temen saya,” uangkapnya. Slamet saat itu menarik baju Ajid hingga robek, Ajid berontak. Slamet mengeluarkan kata-kata, “Lu sebagai apa di sini?” bernada geram. Ajid menimpali, “Saya di sini sebagai tamu saja dan ga usah ribut,” tuturnya. Tiba-tiba Slamet dan Yusuf yang juga oknum Polisi Airud Cilincing itu memukul Ajid.

Slamet dan Yusuf yang dalam keadaan sadar meski mengkonsumsi minuman keras sudah dua kali pindah cafe yaitu cafe 27 lalu pindah ke cafe Stadium. Setelah baku hantam terjadi dimana Ajid dan dua kawanya mengalami pengeroyokan oleh Slamet dan kawan-kawannya.

Perlawanan Ajid dan dua kawannya membuat Slamet dan kawan-kawannya merasa terancam membuat Slamet dan kawan-kawan mengeluarkan senjata api menodongkan senjata api dan berkata kepada Rustam dan Ajid, “Duduk kamu duduk,” ujar Slamet.

Ajid menderita luka yang cukup serius akibat pemukulan yang dilakukan oleh Slamet cs yang diduga juga menggunakan senjata api. Bahkan Ajit sempat berucap, “Jika mau tembak, tembak saja,” dan ditanggapi Slamet, “Oh begitu cara lu?” Lalu Ajid dan kawan-kawan keluar menunggu di luar.

Ajid dan kawan-kawan menunggu satu jam di luar cafe menanti niat baik baik Slamet dan kawan-kawan. Ajid menjaga kawan-kawan agar jangan masuk ke dalam cafe. Buser Polsek Cilincing pun sudah ada di lokasi. Slamet dan kawan-kawan keluar dari cafe dan saat itu mereka disergap kawan-kawan Ajid dan diserahkan kepada buser yang sudah ada saat itu.

Ajid pun turut dibawa ke Polsek Cilincing sebelum di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan visum dan mendapatkan 6 jahitan pada kedua luka di wajahnya.

Ajid selaku korban arogansi anggota polisi airud itu berharap, “Aparat dipecat atau ditindak karena terlalu arogan bukannya melerai malah memicu keributan, terlebih di masa pandemi. Malah nampak pembiaran aparat terlebih di masa pandemi covid 19 ini,” paparnya.

Sampai berita ini diturunkan Kapolsek Cilincing maupun penyidik yang hendak ditemui wartawan terkesan menolak dan menghindar tidak ada etikad baik pada wartawan untuk dikonfirmasi. Rept l Ahmad FG l

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •