Gencatan Ternoda, Polisi Israel Serang Jama’ah Al-Aqsha

Gaza, Internasional – Polisi Israel mengarahkan gas air mata ke arah warga Palestina yang kemudian membalas dengan melemparkan batu ke arah petugas di luar titik nyala Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada hari Jumat (21/5), selang beberapa jam seusai Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan di Gaza.

Penggerebekan yang di lakukan oleh polisi israel di kompleks tersebut menuai bentrokan terhadap warga Palestina yang tengah merayakan perayaan gencatan di halaman Mesjid Al-Aqsha seusai 11 hari pertempuran, menyetujui gencatan pada Jumat pagi.

 

Siang hari, ribuan warga Palestina berkumpul pada kompleks Mesjid Al-Aqsha untuk melaksanakan shalat Jum’at.

Juru bicara polisi Israel menyatakan beberapa warga Palestina yang tengah berkumpul melemparkan batu ke arah petugas yang ditempatkan di sepanjang gerbang kompleks. Para petugas menanggapi dengan membubarkan mereka, ucap juru bicara tersebut.

Seorang fotografer menyatakan polisi mengarahkan gas air mata ke arah warga Palestina, hingga menimbulkan konflik antara warga dan Polisi Israel. Namun, belum dapat di pastikan penyebab bentrokan tersebut.

 

Konfrontasi mereda dalam waktu sekitar satu jam, dengan mundurnya polisi Israel dari gerbang kompleks. Petugas medis mengungkapkan terdapat 20 warga Palestina yang terluka, dengan dua dipindahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

 

Kompleks, yang berada pada dataran tinggi Kota Tua yang dikenal umat Islam sebagai Al-Haram Al-Sharif, atau The Noble Sanctuary, dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, yakni situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Israel melihat seluruh Yerusalem sebagai ibu kota yang abadi dan tak terpisahkan, sementara Palestina menginginkan bagian timur, termaksud Kota Tua yang bertembok, sebagai ibu kota negara masa depan. Aneksasi Israel atas Yerusalem Timur tidak diakui secara internasional.

Sumber, TheStraitsTime. Dan Gazainewss

 

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •