ASAL USUL LAHIRNYA KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT

Mendengar Jawaban dari Sunan Gunung Jati demikian tentu saja Sang ayah tidak percaya akan kesaktian Sunan Gunung Jati, mengingat meskipun Putri yang ditebak oleh Sunan Gunung Jati tersebut berpenampilan layaknya orang hamil akan tetapi pada nyatanya putri tersebut perutnya telah dipasangi Bokor (Sejenis Guci Yang Terbuat Dari Kuningan) sebelum dihadapkan pada Sunan Gunung Jati. Dari hasil ujian kesaktian tersebut, Sunan Gunung Jati kemudian dianggap pembohong, dan pada akhirnya diusir dari Cina oleh penguasa tersebut.

Perlu dipahami bahwa dalam naskah-naskah babad Cirebon dinyatakan bahwa sebab-sebab dipanggilnya Sunan Gunung Jati ke Kediaman Penguasa Cina itu dikarenakan sebelumnya Sunan Gunung Jati dianggap lancang menyebarkan Agama Islam di daerah itu, dalam penyebaran agama Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati di Cina tersebut dikatakan Sunan Gunung Jati berdakwah dengan cara mengobati orang-orang sakit didaerah itu dengan jalan keajaiban. Inilah sebabnya kemudian mengapa sang penguasa memanggil Sunan Gunung Jati ke kediamannya untuk di tes kesaktiannya, dalam kata lain sang penguasa itu penasaran ini penyebar Islam asing ini benar-benar sakti apa tukang tipu, begitu kira-kira pikir sang penguasa.

Setelah dianggap gagal dalam menebak, mana yang hamil dan yang tidak kemudian diceritakan Sunan Gunung Jati diusir dari Cina, dan pada nantinya Sunan Gunug Jati meninggalkan Cina menuju Cirebon. Namun demikian setelah peristiwa itu,kejadian aneh muncul, ternyata Puteri yang pura-pura hamil dengan mengikatkan bokor diperutnya itu kemudian ternyata benar-benar hamil, dan bahkan diceritakan bokor tersebut kemudian menghilang dan masuk kedalam perut sehingga menjadi janin.

Mendapati Puterinya hamil, sang penguasa kemudian baru menyadari bahwa Sunan Gunung Jati benar-benar orang Sakti, dan mengakui kesaktiannya. Namun malang nasib sang puteri itu, hamil tiada suami. Sebab itulah kemudian sang Puteri diperintahkan untuk pergi meninggalkan Cina dan berlayar ke Cirebon untuk mengabdikan diri ke Sunan Gunung Jati. Puteri Cina itu dikenal dengan nama Ong Tien. Dan kelak anak yang lahir dari rahim Ong Tien tersebut kemudian diberi nama Arya Kemuning yang dipercayai mempunyai arti seorang kesatria yang lahir dari bokor yang terbuat dari kuningan. Tapi ini versi legenda, jauh daripada logika.

 

Meskipun secara jelas Naskah Cirebon menyatakan bahwa asal-usul Arya Kemuning merupakan anak jelmaan Bokor Kuningan yang tiada berayah, akan tetapi tidak demikian dengan asumsi penulis. Penulis beranggapan itu hanya kisah legenda saja, mengingat naskah-naskah Cirebon pada nyatanya dituliskan dengan bahasa kiasan sastra yang perlu penafsiran-penafsiran dalam menanggapinya.

 

Penulis menduga bahwa, “Arya Kemuning merupakan anak biologis dari Sunan Gunung Jati dan Puteri Cina yang bernama Ong Tien, dinamakan Arya Kemuning karena anak tersebut berkulit kuning seperti kulit ibunya. Setelah kelahiran Arya Kemuning, Sunan Gunung Jati membawa beliau jauh dari Istana dan dititpkan kepada suadara beliau diselatan Cirebon (Luragung), dan ketika dewasa Arya Kemuning kemudian diangkat menjadi Adipati diderah tersebut, Daerah yang dipimpinnya kemudian dinamakan Daerahnya orang Kuning/Kuningan, sementara Arya Kemuning kemudian dikenal juga dengan nama Pangeran Kuningan. Maksudnya penguasa wilayah Kuningan”.

 

Sunan Gunung Jati mempunya kebiasaan yang unik dalam membangun kekuasaan dan menyebarkan Islam di tanah Sunda. Seperti dalam kasus Banten, Sunan Gunung Jati setelah mengislamkan Adipati Banten kemudian memperistri anak dari sang adipati (Ada juga yang menyatakan Adik Adipati Banten), wanita yang diperistri Sunan Gunung Jati itu bernama Nyimas Kawunganten, dari perkawinan keduanya kemudian beliau memperoleh anak laki-laki yang diberinama Pangeran Sabakinkin, yang menpunyai nama lain Maulana Hasanudin. Dan belakangan Maulana Hasanudin ini kemudian setelah dewasa dinobatkan menjadi Sultan Banten oleh Sunan Gunung Jati. Dan Banten dijadikan pusat penyebaran Islam di Sunda bagian barat.

Share It.....